14 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Bupati Jeneponto dan Istri Sembuh dari Corona

oleh -
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan istrinya Hj. Hamsiah Iksan Sedang berolahraga ringan di halaman di Rumah Dinasnya di Jalan Kenanga Kota Bontosunggu, Minggu 27/09/2020 pagi.

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO,- Setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan istrinya Hj. Hamsiah Iksan dinyatakan sembuh.

” Terhitung Minggu, 27 September 2020 hari ini bapak bupati Jeneponto H. Iksan Iskandar Beserta Istri Hj. Hamsiah Iksan sudah dinyatakan sembuh dan selesai dalam menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari”. Ucap Mustaufiq Kabag Humas dan Protokol Pemda Jeneponto.

Lanjut kata Mustaufiq, Iksan Iskandar dan istri terkonfirmasi positif covid-19 tanpa Gejala (OTG) pasca swab test pada tanggal 13 September 2020 lalu.

Mewakili Pemerintah Daerah beserta keluarga besar H.Iksan Iskandar dan istri Mustaufiq mengucapkan terima kasih.

“kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat, para jajaran pemerintah daerah forkopimda, terkhusus bapak gubernur Sulawesi Selatan atas perhatian dan doanya selama beliau dalam proses isolasi mandiri”. Kata Mustaufiq.

Rencananya Senin besok 28 September, Iksan Iskandar dan Istrinya akan kembali mulai melakukan aktifitas.

” insyallah pada hari senin besok 28 september 2020 bapak Bupati beserta istri akan aktif kembali menjalankan aktivitas keseharian dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan”. Tutup Mustaufiq

Kriteria pasien sembuh dan selesai isolasi Covid-19 yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 bahwa Definisi pasien sembuh baik itu Pasien konfirmasi tanpa gejala/gejala ringan/gejala sedang, dinyatakan sembuh apabila telah memenuhi kriteria selesai isolasi dan dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan.

Dalam keputusan tersebut pula disebutkan bahwa isolasi merupakan proses mengurangi risiko penularan melalui upaya memisahkan individu yang sakit, baik yang sudah dikonfirmasi laboratorium atau memiliki gejala COVID-19 dengan masyarakat luas.

Dalam poin ketujuh Bab ke 3 tentang Surveilans Epidemiologi, disebutkan, kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan melakukan 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi sudah dapat di nyatakan sembuh.