BANTAENG — Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Salah satunya melalui program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Goes to Village yang menyasar langsung masyarakat di tingkat desa.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, membuka kegiatan PUSPAGA Goes to Village di Kantor Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7).
Program ini dihadirkan untuk memperluas akses edukasi dan pendampingan bagi keluarga, terutama terkait pola asuh anak dan remaja, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.
Gunya mengatakan, PUSPAGA bukan sekadar tempat edukasi, tetapi juga menjadi wadah konsultasi, konseling, dan pendampingan bagi keluarga.
Ia berharap program tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh positif sekaligus membangun keluarga yang lebih tangguh.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola asuh yang positif, mendorong keluarga yang lebih tangguh, serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan melaporkan apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Gunya.
Selain membuka kegiatan PUSPAGA Goes to Village, Gunya juga meninjau langsung pembuatan Kacang Tiras (Tiga Rasa), produk UMKM yang dikembangkan masyarakat Desa Bonto Tiro.
Menurutnya, pengembangan produk lokal seperti Kacang Tiras dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Desa Bonto Tiro berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas).
Turut hadir Camat Sinoa Hj. Erny, Kepala Desa Bonto Tiro Arman, serta Ketua TP PKK Desa Bonto Tiro Hartuti.








