Oknum Polisi Diduga Atur Kasus Buang Bayi, Keluarga Pelaku Minta Polisi Lakukan Tes DNA Bayi

oleh -264 views

LISTINGBERITA.COM, BULUKUMBA, – Keluarga pelaku pembuang bayi di jembatan Raowa Desa Sapanang Kecamatan Kajang sebut saja Mawar(nama samaran) meminta pihak polisi untuk melakukan tes DNA terhadap bayi tersebut.

Pasalnya pihak keluarga dari ibu bayi tersebut ragu bila ayah bayi tersebut adalah SY yang sekarang sudah ditetapkan tersangka oleh pihak ke polisian.

Mawar mengaku menjadi ragu setelah dirinya menanyakan perihal tersebut kepada pelaku SY yang tak lain ada paman dari ibu bayi SS yang mengakui bahwa bukan dirinya yang telah menghamili SS dan hanya diarahkan oleh salah seorang oknum polisi beinitial HK untuk mengakui kejahatan ttersebu.

Baca Juga ! :  Hadiri Acara Maulid di Baebunta Selatan, Indah Ajak Warga Waspada Peralihan Musim

“Itumi waktu saya tanya Gondrong(nama panggilan SY) dia bilang hanya disuruh mengaku saja oleh HK dan dijanjikan uang 25 juta dan dinikahkan dengan SS (ibu bayi),”jelas Mawar saat dikonfirmasi lewat telpon oleh LISTINGBERITA.COM Rabu 29 Januari 2020 HK.

Mawar hanya menginginkan nantinya bayi ini memiliki identitas yang benar bukan hasil dari kesepakatan semata.

Baca Juga ! :  Studi Banding, Delapan Kades Asal Papua Akan Berkunjung Ke Lutra

Sementara Kanit PPA Polres Bulukumba mengaku saat ini hanya fokus pada kasus perlakuan terhadap bayi saja.

“Kita hanya fokus kepada kasus pembuang bayi saja dimana melanggar pasal 305 dan 308 dan turut serta bermufakat membuang bayi,”Ujar Muhammad Ali Kanit PPA Bulukumba.

Mantan Kanit TIPIKOR Bulukumba ini juga membantah bila ada keterlibatan oknum polisi yang diduga mengatur kasus tersebut.

Baca Juga ! :  Gubernur Jatim Ziarahi Kubur Mertuanya di Takalar dan Sempatkan Diri Bertemu Bupati Takalar

“Mungkin itu isu isu yang tidak jelas,fakta fakta kita sudah ungkap dan begitu memang adanya tambahnya lagi,”tambahnya lagi.

Untuk kasus pembuangan bayi ini sendiri ,polisi telah menetapkan tiga tersangka yakni ibu bayi SS,ayah bayi SY dan tante bayi SU dan dikenakan pasal 305 dan 308 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.