Anda ASN Cebong atau ASN Kampret ?

oleh

Anda ASN Cebong ?
Atau ASN Kampret ?

Oleh Andi Ayatullah Ahmad

Sebagai aparat pemerintah tidak etis menjadi bagian dari pihak yang ikut menyebarkan dan memprovokasi kegagalan pemerintah (pun kalau itu dianggap gagal). Selemah lemahnya iman sebagai aparat pemerintah, adalah bersikap diam atau netral saja.

Aneh saja, jika seseorang yang hidupnya digaji dari uang negara, justru ikut mengecam bahkan menyebar info hoax bahwa kinerja pemerintah atau Presiden buruk.

Kalau mau menjadi pengkritik pemerintah, berhenti jadi ASN, jadilah LSM atau politisi. Kan lebih elok nan rupawan. Dulu saya penggiat LSM, namun sejak menjadi aparatur, cara pandang saya terhadap pemerintah juga berubah. Saya harus tanamkan dalam diri bahwa saya adalah bagian dari pemerintah yang harus mengawal fungsi pemerintah dan harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Lalu, apakah idealisme saya luntur atau tergadai?? Oh tidak, saya melihat fungsi birokrasi itu penting untuk keberlangsungan negara. Birokrasi pemerintah akan baik jika diisi oleh aparatur yang baik pula, memiliki visi melayani, berintegritas, peduli, menjadi teladan sekaligus inspirator.

Baca Juga ! :  Breaking News: Kejaksaan Negeri Jeneponto Terus Menggeledah Ruangan di RSUD Lanto

Olehnya itu, jangan biarkan pemerintahan diisi oleh aparat yang tidak berdedikasi, dan hanya makan gaji buta. Kata Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, gaji itu adalah hak, tapi tidak halal jika tidak dibarengi dengan kinerja dan tanggungjawab.

Kalau pun secara pribadi anda kecewa atas kinerja pemerintah, lampiaskan dengan mencoba mengeluarkan energi yang positif untuk perbaikan kinerja di tupoksi anda dan lingkungan sekitar anda. Bisa saja fokus pada hal yang sederhana, dengan lebih meningkatkan pelayanan, lebih responsif, tidak menyalahgunakan wewenang, serta melakukan praktek-praktek baik lainnya.

Daripada sebaliknya, anda sendiri yang tidak berkinerja sebagai aparat, lalu dengan entengnya mengkritik kinerja presiden.

Baca Juga ! :  Gelar Jumpa Pers, Judas Sebut "Tak Ada Intervensi Penerimaan CPNS" di Palopo

Sudahi menjadi ASN yang ikut mengolok olok Presiden Jokowi, oleh karena bagaimana pun dia saat ini adalah Presiden RI, dia adalah simbol negara Indonesia. Pun kalo nanti Prabowo yang terpilih, ASN yang tidak suka dengannya juga harus tetap menghormati Prabowo sebagai Presiden. Serahkan urusan kritik mengkritik pemerintah itu kepada masyarakat (non pemerintah), dan kepada para politisi dalam melaksanakan peran kontrolnya.

Kalau pun ASN ingin mengkritik atau memberikan saran masukan untuk perbaikan kinerja pemerintahan, maka sampaikan secara internal sesuai prosedurnya.

Toh Pilpres 2019 nanti hanyalah pengulangan dari tahun 2014.
Simpel saja, ngga usah dikasi susah. Yang dulu pilih Jokowi tapi kecewa dengan kinerjanya, silahkan tusuk Prabowo.
Yang dulu pilih Jokowi dan masih suka dengannya silahkan pilih kembali.
Yang dulu pilih Prabowo tapi puas dengan kinerja Jokowi, silahkan coblos Jokowi.
Yang dulu pilih Prabowo, tapi sudah kecewa dengan Prabowo, silahkan pilih Jokowi.
Yang dulu pilih Prabowo dan masih kesemsem dengannya, silahkan pilih kembali.
Yang dulu golput, maka sekarang pikir-pikir kembali. Jadilah warga negara yang baik dengan menyalurkan hak suara anda.

Baca Juga ! :  KPU Jeneponto Rakor Tata Cara Penyempurnaan DPTHP I Pemilu 2019 di Cafe Lino

Secebong-cebongnya cebong, dia adalah makhluk yang sempurna pada kecebongannya. Begitu pula sekampret-kampretnya kampret, dia makhluk yang sempurna pada kekampretannya.

Jadi tidak usah repot-repot harus jadi cebongers atau pun kamprets. Lebih baik menjadi ASN yang baik, dengan peran masing-masing yang bertanggung-jawab pada keberlangsungan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

 

Nb:(tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab sipenulis)