Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Jeneponto Dirikan Posko Penanggulangan Bencana Alam dan Apel Siaga

oleh -312 views

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO, – Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan intensitas curah hujan tinggi, pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, bersama forkopimda mendirikan posko terpadu penanggulangan bencana alam yang di pusatkan di kantor satpol PP di jalan Lanto Daeng Pasewang, Rabu 8/01/2020.

Sesuai ramalan bmkg yang memperkirakan sejumlah wilayah akan berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang diindikasi berpotensi mendatangkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Menyikapi cuaca ekstrem tersebut, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, langsung merespons bmkg dengan mengajak seluruh stake holder termasuk unsur TNI-Polri, untuk memantau dan memonitoring segala informasi untuk menyikapi cuaca ekstrim tersebut.

Baca Juga ! :  Hut Polantas Ke-63, Sat Lantas Polres Palopo Anjangsana Ke Panti Asuhan Nurhidayah Pontap

salah satunya dengan mendirikan posku terpadu penanggulangan bencana alam dan apel siaga bencana dengan menyiagakan tim reaksi cepat yang terdiri dari, unsur PMI, Tagana, TNI-Polri dan peralatan mengahadapi banjir seperti perahu, untuk bertindak cepat apabila sewaktu-waktu terjadi musibah bencana alam tersebut.

“ kita dirikan posku penanggulangan bencana dan apel siaga Bersama forkopimda, dengan mengumpulkan potensi-potensi dan kekuatan yang dimiliki, untuk mengantisipasi bencana alam, kita tak ingin bencana banjir terulang lagi di Jeneponto.” Jelas Iksan Iskandar.

Baca Juga ! :  Bukan di Bulukumba Tapi Haji Askar Justru Akan Maju di Pilkada di Daerah Ini

Sementara itu, Dandim 1425 Jeneponto, letkol Inf Irfan Amir mengatakan, pihaknya kini telah Bersama pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan dengan membentuk satuan tugas monitoring aliran sungai yang mengakibatkan banjir.

“ sekarang kita Bersama pemerintah untuk mengantisipasi bencana banjir, TNI telah membentuk satuan tugas monitoring aliran sungai” Jelas Dandim Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir.

Baca Juga ! :  Rakor Optimalisasi Laporan dan Data P3MD-PID Kabupaten Jeneponto

Pemda Jeneponto berharap agar dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang tidak terulang lagi di Jeneponto, seperti yang terjadi pada awal januari 2019 tahun lalu, dimana banjir setinggi 6 meter yang menerjang 11 kecamatan menimbulkan banyak kerusakan material dan beberapa korban jiwa.