Banjir 1 Meter Terjang Dua Desa di Luwu, Warga Mulai Mengungsi

oleh -1923 Dilihat
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, pada Selasa (04/12/2018) dini hari, membuat tanggul sungai Lamasi di Desa Pompengan Tengah, jebol sepanjang 70 meter. Akibatnya, 150 rumah di Desa Pompengan Tengah serta Desa Pompengan Pantai terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter.

LISTINGBERITA.COM|LUWU – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, pada Selasa (04/12/2018) dini hari, membuat tanggul sungai Lamasi di Desa Pompengan Tengah, jebol sepanjang 70 meter.

Akibatnya, 150 rumah di  Desa Pompengan Tengah serta Desa Pompengan Pantai terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Sulirman mengatakan bahwa jebolnya tanggul sungai Lamasi terjadi setelah hujan deras di hulu dan mengakibatkan debit sungai Lamasi naik.

“Tanggul tak mampu menahan material yang dibawa banjir berupa kayu gelondongan dari hulu dan derasnya arus sungai Lamasi hingga meluap ke permukiman warga. Jumlah rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 150 rumah di 2 desa,” katanya.

Banjir juga merendam puluhan hektar lahan perkubunan jagung dan kakao milik warga setempat. Jalan penghubung antar desa juga ikut terendam, serta salah satu Sekolah Dasar (SD), sehingga terpaksa meliburkan puluhan muridnya.

Warga yang rumahnya terendam hingga mencapai satu meter, terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman serta kerumah kerabat. Sementara seluruh isi rumah seperti pakaian tempat tidur  dan peralatan dapur serta bahan makanan juga ikut terendam.

Menurut warga korban banjir di desa Pompengan Pantai, Baharuddin mengatakan bahwa sejak banjir yang terjadi pada pukul 05.00 wita dini hari mereka mengungsi ke rumah keluarga.

“Air dalam rumah setinggi diatas 60 sentimeter, kami memilih mengungsi ke rumah mertua sejak pagi tadi,” ucapnya.

Kata dia banjir merendam seluruh isi rumah seperti bahan makanan, pakaian dan tempat tidur. “Tidak ada yang tersisa terendam semua seperti kasur, beras, dan pakaian,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera menurunkan bantuan berupa logistik dan menangani tanggul sungai Lamasi yang jebol agar tidak terjadi banjir. (**)

Tentang Penulis: Zulpadli

Gambar Gravatar
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.

No More Posts Available.

No more pages to load.