Banser Jaga Gereja Pada Perayaan Natal di Bulukumba Tahun ini

oleh -396 views

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA—Sebagai bentuk toleransi kepada umat Nasrani yang tengah merayakan hari raya Natal di Bulukumba.Banser NU Bulukumba akan melakukan aksi menjaga gereja besok 25 Desember 2019.

Hal ini berdasarkan instruksi dari Pimpinan Pusat dan Wilayah GP Ansor untuknemalksanakan kegiatan tersebut.

“Setelah kami rapatkan tadi siang, kami GP Ansor Bulukumba memerintahkan BANSER untuk melakukan penjagaan di gereja agar saudara kita umat Nasrani merasa aman dan nyaman dalam beribadah karena mereka juga berhak atas itu dan sesuai pula sikap toleransi yang diajarkan oleh Rasulullah saw”, ujar Rasyidin.

Baca Juga ! :  Dinas Kesehatan Jeneponto Bekerjasama LSM Pattiro Jeka Gelar Koordinasi dan Advokasi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Perayaan Natal menurut rasyidin seharusnya dapat berjalan aman dan damai dan tidak ada intimidasi dari pihak manapun.Rasyidin menyanyangkan adanya sekelompok orang yang menolak adanya kegiatan ibadah di slaah satu tempat di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Bulukumba sehingga jemaat Katolik teroaksa keluar daerah untuk merayakan Natal.

Oleahnya itu bagi jemaat Nasrani lainnya baik itu dari Protestan /GKI dan Pantekosta bisa melaksanakan kegiatan Natal besok dengan aman dan lancar.

Baca Juga ! :  Anggota DPRD Provinsi, Mulyadi Mustamu Ngopi Bareng Wartawan

GP Ansor juga menyayangkan Pemda yang dianggap lalai dalam menjaga Hak Asasi Manusia.Pasalnya, didaerah yang berjuluk Butta Panrita Lopi tersebut, Pemerintah Daerah memberikan rekomendasi bersyarat kepada umat Nasrani jika hendak merayakan Hari Natal.

Sikap Pemerintah Daerah tersebut melalui surat rekomendasi, nomor : 425/2103/Pem, yang mencantumkan beberapa syarat seperti pada poin 4 yang bertuliskan pelaksanaan ibadah boleh dilakukan bila ada persetujuan dari warga dan pemerintah setempat

Melalui Ketua GP Ansor Kabupaten Bulukumba, Rasyidin mengatakan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah adalah sebuah upaya melawan konstitusi serta perampasan hak azasi warga negara.

Baca Juga ! :  PKS Ketua DPRD, Golkar Terancam Tidak Masuk Unsur Ketua

Sementara itu tokoh pemuda Bulukumba Ferdi Ansar juga menanggapi adanya riak riak yang terjadi pada jemaat Katolik Bulukumba.

Ferdi berharap pemerintah dalam hal ini bupati untuk segera melakukan tindak lanjut atau memediasi pokok permasalahan khsusnya menngenai rumah peribadatan yg ada di jln Dr.Wahidin Sudiro husodo.

“Ini persoalan kemanusiaan meski berbeda paham mereka juga adalah warga bulukumba,”ujarnya.