Bawaslu Palopo Gelar Kegiatan Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif

oleh -1.299 views
Dalam rangka Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palopo menggelar kegiatan Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif di Aula Hotel Agro Wisata Palopo, Jumat (16/11/2018).

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Dalam rangka Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palopo menggelar kegiatan Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif di Aula Hotel Agro Wisata Palopo, Jumat (16/11/2018).

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Sulsel, Drs.H. Laode Arumahi, SH.MH mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam partisipasi pemilu 2019. Karena menurutnya, Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya meskipun sistemnya hampir sama.

Pemilu sebelumnya dilakukan secara berjenjang, sekarang ini pemilu legislatif yang terdiri dari anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan anggota DPRD kota dilaksanakan serentak dengan pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Baca Juga ! :  Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa, Pemprov Sulsel Kumpulkan Kepada Daerah

“Jadi nanti kita harus memilih 5 kertas suara yang harus di coblos. Maka dengan itu tim penyelenggaraan wajib melakukan sosialisasi. Harus terus melakukan sosialisasi,” kata Laode Arumahi.

Selain itu, Laode juga mengatakan bahwa Bawaslu saat ini mencoba membuat program pengawasan partisipatif, tentu dengan ada alasan maka pihak penyelenggara KPU dan Bawaslu berkewajiban melakukan sosialisasi.

Baca Juga ! :  Sebanyak 300 Guru Mengaji di Lutra Ikuti Seminar Nasional Qur’anic Quantum Teaching

Kualitas pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 adalah sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat baik dalam hal antriannya maupun ikut dalam menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Walikota Palopo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palopo, H. Jamaluddin selaku narasumber pada kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa terjadinya korupsi di penyelenggaraan pemerintahan sangat erat kaitannya dengan Pileg dan Pilpres.

Jamaluddin juga mengungkapkan bahwa kehadiran Bawaslu, KPU mengawasi kegiatan kita dalam pemilu untuk mencegah kita agar tidak masuk ke jurang apalagi berbicara masalah money politik.

Baca Juga ! :  Kunker Ke Palopo, Danrem 142 Tatag Bersama Rombongan Disambut Walikota

“Intinya adalah kita semua harus yakin sebagai orang yang beragama, dimana salah satu ayat mengandung arti bahwa laknat bagi orang yang menyogok dan di sogok,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkot Palopo, serta Masyarakat. (RLs|Hms)