Bendera Rusak Dikibarkan di Halaman Kantor DPRD Bulukumba

oleh -

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA—Ada pemandangan yang tak biasa saat aksi unjuk rasa PHL PT.Lonsum di Kantor DPRD Bulukumba,Kamis 03 September 2019.

Dihalam Kantor DPRD Bulukumba bendera Merah Putih yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia, justru dikibarkan tidak selayaknya.Kondisinya robek dan warnanya agak kusam.

Pemandangan ini pun menjadi sorotan beberapa demonstran yang sedang berunjuk rasa di halaman kantor yang dihuni 40 anggota dewan yang terhornat.

“Kasihan ini DPRD, banyaknya mami uang di dalam, biar benderanya robek juga. Apamo kodong,” Kata salah seorang demonstran yang tidak diketahui namanya.

Bendera negara Republik Indonesia ini memang terlihat robek pada ujungnya yang berwarna putih, kurang lebih 30 cm. Bila7 tertiup angin, jelas terlihat robekan tersebut.

Sekretaris Dewan ,Daud Kahal yang dikonfirmasi mengaku tidak menahu bila bendera yang kondisinya tidak layak dikibarkan oleh Satpol.

“Saya tidak tau kalau bendera begitu dikibarkan ,karena bulan lalu sebelum pelantikan saya suruh anggota saya supaya diganti yang baru,”ujarnya.

Daud menambahkan akan meminta penjelasan sang pengibar mengapa tetjadi insiden memalukan tersebut.

“Saya baru mau minta penjelasan ini sama satpol kenapa bisa seperti itu,jangan jangan ada lagi yang sengaja supaya image kantor ini rusak,”tambahnya.

Seperti diketahui, dalam UU, Larangan mengibarkan bendera merah putih yang robek diatur dalam pasal 24 c, sebagaimana berbunyi:

“Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam,”

Berikut adalah beberapa hal yang patut dicermati dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 terutama dalam hal tindak pidananya:

Pasal 24 a jo Pasal 66 : Setiap orang dilarang:
(a) merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00

Pasal 24 b atau c atau d atau 3 jo Pasal 67: Setiap orang dilarang:
(b) memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;

(c) mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;

(d) mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan

(e) memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00.

banner 325x300

No More Posts Available.

No more pages to load.