Bupati Lutra: Anak Adalah Investasi, Mari Menjaga dan Melindunginya

oleh -70 views
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada acara sosialisasi implementasi kebijakan perlindungan anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2PA) Lutra, di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (20/08/2019).

LISTINGBERITA.COM | LUTRA – Anak adalah investasi. Investasi yang nilainya begitu berharga. Bukan hanya bagi keluarga ataupun bagi daerah, tapi anak merupakan aset masa depan bagi bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada acara sosialisasi implementasi kebijakan perlindungan anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2PA) Lutra, di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (20/08/2019).

Menurutnya, pemerintah daerah sangat concern atau sangat perhatian dengan isu yang menyangkut perlindungan anak, dengan dikeluarkannya kebijakan melalui Perda Nomor 3 tahun 2017 tentang penyelenggaraan perlindungan anak kemudian diterjemahkan dengan Perbup Nomor 16 Tahun 2019.

Baca Juga ! :  Setelah Seko, Pembukaan Akses Jalan Rampi Hampir Tuntas

“Artinya kalau kita melihat dari faktor regulasi, pemda sudah kuat dalan hal komitmen. Tinggal bagaimana kerjasama kita dalam mengimplementasikannya,” kata Indah dihadapan para penjabat Kecamatan, Kelurahan, dan Desa.

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu, mengatakan, desa maupun kelurahan merupakan ujung tombak yang tepat untuk mengimplementasikan kabupaten layak anak.

“Jadi tolong selaku pimpinan untuk memperhatikan isu perlindungan anak. Kelurahan atau desa menjadi ujung tombak dalam penerapan regulasi. Mari kita jadikan daerah kita menjadi daerah yang bersahabat dengan anak. Mari jaga anak kita, lindungi mereka, jaga hak mereka, dan didik mereka dengan baik,” terangnya.

Baca Juga ! :  Terciduk,Kapolda Sulsel Ternyata Suka Makan Bareng dengan Siswa SPN Batua

Sementara itu, Kepala Dinas P2PA, Nurhusnah menuturkan, pentingnya kebijakan perlindungan anak untuk menjamin pemenuhan hak anak, hak untuk tumbuh dan berlembang, bersosialisasi serta untuk mendapatkan perlindungan dalam setiap aktivitasnya.

“Pada sosialisasi kali ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para SKPD, unsur kecamatan, desa maupun kelurahan, organisasi dan lembaga terkait, untuk mengambil peran dalam penhimplementasian perlindunagn anak. Mari tingkatkan partisispasi kita semua untuk melindungi anak dari segala macam bentuk kekerasan,” jelasnya.

Baca Juga ! :  Di Tahun 2019, Anggaran Dana Desa di Luwu Utara Capai Rp 247 Miliar

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi ini, yakni Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, Nur Anti.