China Mengibarkan Perang Dagang dengan Australia

oleh -

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA,-China dan Australia merupakan dua negara yang memiliki peran cukup besar di dunia, bahkan kedua negara ini juga menjalankan kerjasama dibidang ekonomi. Namun beberapa bulan terakhir ada ketegangan yang terjadi diantara kedua negara tersebut. Hal ini disebabkan karena Australia yang memiliki rencana untuk melakukan investigasi lebih jauh mengenai virus corona. Dimana niatan ini menyinggung dan memicu kemarahan diplomat China.
Marise Payne selaku Menteri Luar Negeri Australia mendukung diselenggarakan investigasi global tentang asal – usul pandemic Covid- 19, dan investigasi ini juga meliputi penanganan corona virus yang dilakukan oleh China, di Wuhan. China menolak usulan ini dan merasa tersinggung, oleh karena itu China kemudian melayangkan tudingan bahwa Australia tidak menghargai perjuangan masyarakat China dalam menangani wabah corona.
China dengan tegas menyuarakan keberatannya atas penyelidikan ini tetapi Menteri Luar Negeri Payne mendukung penuh dibentuknya komisi untuk menyelidiki Covid- 19. Beliau juga menginginkan adanya keterbukaan dari pihak China terkait langkah mereka dalam menangani Covid- 19 pada awal – awal krisis di Wuhan. Payne juga menjelaskan rencana ini memerlukan dukungan dari banyak pihak dan negara agar dapat mendorong transparansi dan memastikan bahwa adanya mekanisme penyelidikan yang dapat dipercaya.
Geng Shua selaku juru bicara Kementrian Luar Negeri China sangat menyayangkan langkah yang diambil Australia ini, ia mengatakan bahwa pertanyaan mereka terkait penanganan covid- 19 yang dilakukan oleh China itu tidak berdasar. Ia juga menyatakan bahwa segala langkah yang dilakukan China telah terbuka dan transparan. Australia harusnya dapat melihat kasus ini secara obyektif, ilmiah, dan teliti paparnya. Geng shua juga mengharapkan harusnya Australia lebih memperdalam rasa kepercayaan terhadap China dan saling membantu dalam mencegah dan mengendalikan epidemi yang terjadi, ketimbang memperparah keadaan seperti ini.
Pada tanggal 18 Mei 2020 China menyatakan perang dagang dengan Australia dengan menjatuhkan 80,5 persen tarif impor gandum barley. Hal ini disebabkan China menuding bahwa Australia telah melanggar kesepakatan WTO dan melakukan praktik dumping, yaitu melakukan subsidi akan produksi biji barley dan menjualnya dengan harga rendah dibawah ongkos produksi. Selain itu China juga memboikot impor daging sapi di Australia. China juga melarang warga negaranya untuk pergi ke Australia dengan alasan bahwa pemerintahan Australia tidak dapat meredakan rasisme yang terjadi terhadap warga China yang di Australia.
Hingga sekarang hubungan kedua negara ini masih belum membaik, Australia telah berusaha untuk meredakan ketegangan diantara keduanya namun tidak ada tanggapan dari pihak China. Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan bahwa negaranya telah mengirimkan undangan untuk melakukan perundingan terkait ketegangan diantara mereka, namun tidak mendapat respon dari China. Hal ini sangat mengecewakan melihat bagaimana China menghadapi persoalan ini.
Retaknya hubungan China dan Australia disebabkan karena keinginan Australia dalam melakukan investigasi terkait asal – usul virus corona. Hal ini membuat geram China, yang akhirnya mendorong negara ini untuk melakukan serangannya dalam menghentikan Australia. Australia menganggap bahwa China kurang terbuka dalam menjelaskan langkah penanganannya, dan tidak percaya dengan apa yang telah dijabarkan oleh China saat ini terkait corona virus. Tentu saja hal ini membuat geram negeri tirai bambu yang akhirnya membuat mereka memainkan kekuatannya, dan mengancam Australia melalui persendian ekonominya.
China mungkin menapik alasan bahwa perang dagang yang mereka kibarkan terhadap Australia itu bukan karena masalah tentang investigasi Corona virus, melainkan memang sudah direncanakan dari lama. Namun kita dapat melihat sendiri bahwa penyebab utama serangan China ke Australia memang karena penyelidikan Covid- 19. Bahkan China melontarkan tuduhan terkait rasisme yang dilakukan oleh Australia terhadap warga negaranya, meskipun hal ini dianggap tidak berdasar dan hanya salah satu taktik China untuk menjatuhkan Australia.
Konflik antara keduanya hingga sekarang masih belum reda, dan jika ini terus berlanjut kemungkinan besar yang akan mengalami kerugian besar adalah pihak Australia. Oleh karena itu Australia mengusahakan perundingan dengan China untuk menyelesaikan dan mencari jalan tengah akan persoalan mereka, namun sayang China tidak memberikan respon apapun tentang hal ini.

Penulis :Anastasia Zueini Goldy

(Artikel ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis,bila kemudian hari terjadi masalah atau gugatan,Redaksi LISTINGBERITA.COM tida bertanggung jawab)