Dinkes Jeneponto Bahas Soal Penanganan ODGJ, Kadinkes Sulsel Sebut Perlu Langkah Kongkret

oleh -440 Dilihat
Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar rapat koordinasi tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat di ruang rapat Sekertaris Daerah, Jumat (28/10/2023).

LISTINGBERITA, JENEPONTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar rapat koordinasi tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat di ruang rapat Sekertaris Daerah, Jumat (28/10/2023).

Rapat itu dihadiri OPD lintas sektor dan dipimpin langsung oleh Sekertaris Daerah Jeneponto, Arifin Nur. Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. dr. H.M. Ishaq Iskandar, didapuk sebagai narasumber.

Rapat itu diawali dengan ucapan apresiasi dari Sekertaris Daerah Arifin Nur atas terbentuknya tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat. Tim tersebut diharap bisa bekerjasama secara terpadu dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di Butta Turatea.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. dr. H.M. Ishaq Iskandar mengaku akan mendukung Jeneponto sekaligus menyiapkan tenaga dan sumberdaya dalam pelayanan kesehatan jiwa.

Menurutnya, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi depresi penduduk usia 15 tahun atau lebih adalah 6,1% atau sekitar 12 juta jiwa, gangguan Mental Emosional sebesar 9,8% atau lebih 19 juta jiwa.

Kemudian, proporsi gangguan jiwa berat (skizofrenia) yaitu 7 per 1.000 penduduk atau 1,6 juta jiwa di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty Andi Mansyur, dalam laporannya menyampaikan bahwa Jeneponto selama tahun 2023 sampai saat ini, Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat sebanyak 351 jiwa.

Pejabat Fungsional Ahli Utama Sekretariat Daerah Jeneponto Dr. dr. H. Muh. Syafruddin Nurdin, menyampaikan untuk mengurangi beban biaya dalam pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa diperlukan langkah konkret dengan melakukan deteksi dini keswa bagi masyarakat yang berusia di atas 15 Tahun.

Hal ini sejalan dengan Rancangan Aksi Perubahan dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Menurutnya, deteksi dini nantinya akan ditangani oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jeneponto Suryaningrat. Suryanigrat akan menyiapkan instrumen deteksi dini kesehatan jiwa melalui aplikasi Jeneponto Peduli Kesehatan Jiwa (JEKAJI).

“Aplikasi ini dapat memudahkan pengelola program Kesehatan Jiwa dalam melakukan deteksi dini keswa di masyarakat juga memudahkan kerjasama dan koordinasi lintas sektor melalui Tim JEKAJI yang telah terbentuk,” kata Muh. Syafruddin Nurdin.

No More Posts Available.

No more pages to load.