Dinyatakan Hilang Selama 14 Jam, 4 Nelayan Palopo Berhasil Dievakuasi Dengan Selamat

oleh -673 views
Keempat nelayan yang dinyatakan hilang di perairan laut teluk bone akhirnya berhasil di evakuasi Basarnas Pos Palopo dan Polres Palopo, pada Jumat (20/07/2018) pagi.

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Keempat nelayan yang dinyatakan hilang di perairan laut teluk bone akhirnya berhasil di evakuasi Basarnas Pos Palopo dan Polres Palopo, pada Jumat (20/07/2018) pagi.

Empat orang nelayan tersebut, yakni Reki (43), Tino (42) berasal dari Palopo, dan Daus (47) serta Ardi (47) berasal dari Malili Luwu Timur.

Mereka sempat dilaporkan hilang sejak Kamis (19/7/2018) sore kemarin saat mencari ikan dengan menggunakan perahu motor.

Baca Juga ! :  Kebersamaan Personil Polres Palopo Ditunjukkan Dengan Sepeda Santai Ceria

Kepala Pos Basarnas Palopo, Muhammad Asyikin, mengatakan 4 nelayan itu hilang setelah perahu yang mereka tumpangi diterjang gelombang tinggi.

“Awalnya kami dapat laporan dari Kanit Jatanras Polres Palopo dan membutuhkan bantuan Basarnas pada Kamis (19/7/2018) sore, bahwa ada 4 nelayan yang hilang, dan salah satu dari mereka yakni Reki sempat menelpon keluarganya bahwa perahunya mengalami mati mesin didaerah perairan karangbali Luwu,” kata Asyikin.

Setelah melakukan koordinasi antar pihak, tim SAR dan Polisi Polres Palopo, langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 17.15 wita untuk melakukan pencarian.

Baca Juga ! :  Hadiri Silaturahmi Dengan Forkopimda dan Tomas, Ini Harapan Judas Amir

Menurut Asyikin, penyisiran dilakukan selama 14 jam di 3 titik berbeda di area perairan Karangbali Kabupaten Luwu, yang diduga tempat terdamparnya 4 nelayan tersebut.

Pada pukul 07.45 Jumat (20/7/2018), tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, dan nelayan setempat, serta keluarga korban berhasil menemukan keempat orang korban dalam keadaan selamat di perairan Tokke Kabupaten Luwu Utara.

Baca Juga ! :  Istri Uztad Maulana Meninggal Dunia, Irjen Umar Ikut Mensholati

“Keempat nelayan selamat, cuma korban mengalami dehidrasi ringan akibat kurang minum dan cuaca panas dan telah diberi perawatan medis dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Asyikin.

Lanjut Asyikin, perahu sempat mengalami kerusakan patah pada bagian sayap setelah dihantam ombak tinggi sehingga mesin mati saat kena air. (**)