Direktur RBB Perihatin Kondisi Anak-Anak di Kawasan Pantai Bira

oleh -

LISTINGBERITA.COM, BULUKUMBA –Lembaga Rumah Belajar Bersama (RBB) Bulukumba menggratiskan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan english class for tourism di Bira Bulukumba untuk mengikuti kegiatan kursus bahasa inggris di Jalan Teratai Bulukumba.

Zulkarnain Direktur lembaga RBB mengaku prihatin dengan kondisi anak anak yang berada di kawasan wisata Pantai Bira.

Menurutnya sejak kegiatan kelas bahasa inggris atau english class for tourism di tutup pihak Dinas Pariwisata Bulukumba dua pekan lalu, para peserta yang umumnya anak anak pedagang yang berada di kawasan wisata Pantai Tanjung Bira kehilangan semangat belajar khususnya belajar bahasa inggris.

Padahal mereka sebelumnya sangat antusias belajar bahasa inggris saat program kelas bahasa inggris di buka gratis oleh Dinas Pariswisata Bulukumba di Tanjung Bira yang berlangsung selama enam bulan.

“Saya prihatin mereka mau belajar tapi tidak ada tempat dan tidak ada pengajar yang mau mengajarkan mereka bahasa inggris,” Jelas Zulkarnain.

Selain itu, Zulkarnain mengaku selalu mendapatkan curhat dari anak anak di Bira yang meminta dirinya dan pemerintah daerah melanjutkan kembali kelas bahasa inggris gratis tersebut.

“Mereka sudah sangat dekat dengan para pengajar, dan akhirnya kami sepakat untuk menggratiskan mereka untuk belajar di tempat kami,”jelas pria alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Semangat anak anak di Bira lanjut Pria Lajang ini begitu besar belajar bahasa asing khususnya bahasa inggris apalagi mereka tinggal di kawasan wisata dan kerap kali berinteraksi dengan para turis asing.

Hanya dalam waktu singkat selama 6 bulan itu, anak anak didiknya telah mampu berbahasa inggris dengan baik dan mampu memahami dan berkomunikasi dengan para turis asing yang ada di Bira.

“Ini yang menggugah hati kami, mereka memiliki kemauan besar, namun tak ada wadah bagi mereka untuk belajar,” Ujarnya

Zulkarnain sendiri bertekad dirinya akan terus mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan ataupun tanpa bantuan dari pemerintah.

“Bukankah sebaik baiknya hidup adalah yang bermanfaat bagi orang lain,dan ini yang kami lakukan,”pungkasnya.

( Andi Ilyas )

Iklan