DKP Lutra Gelar Penyuluhan, PPL Dituntut Kuasai Aplikasi Simluhtan dan Cyber Extension

oleh -27 views
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lutra saat menggelar Pelatihan Sistem Penyuluhan Pertanian (Silmuhtan), dan Cyber Extension, pada Selasa (09/07/2019) lalu.

LISTINGBERITA.COM | LUTRA – Penguasaan teknologi dan informasi oleh Pelaku Utama di sektor Pertanian, khususnya Penyuluh Pertanian (PPL), adalah sebuah kewajiban.

Hal ini tentu bukan tanpa sebab mengingat perkembangan teknologi dan informasi begitu masif terlihat di era sekarang ini, yang menuntut seseorang untuk terus berpacu mengikuti perkembangan zaman.

Hal ini pula yang mendasari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lutra sebagai Perangkat Daerah induk di mana PPL bernaung, menggelar Pelatihan Sistem Penyuluhan Pertanian (Silmuhtan), dan Cyber Extension, pada Selasa (09/07/2019) lalu.

Baca Juga ! :  Jadi Irup Upacar Peringatan Otoda, Wabup Lutra Minta ASN Memberikan Pelayanan Maksimal

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM PPL kita,” kata Kepala DKP Alauddin Sukri, Rabu (11/07/2019) kemarin.

Alauddin menyebutkan, ada 15 PPL yang dilatih sebagai admin Simluhtan, sekaligus sebagai Cyber Extension.

“Jadi masing-masing BPP Kecamatan ada satu PPL yang menjadi admin,” terangnya.

Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, para PPL mampu menguasai informasi dan teknologi.

Baca Juga ! :  Pemadaman Listrik di Lutim Kembali Normal, PLN UP3 Palopo Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pelanggan

“Ini semua dalam rangka menjemput Penyuluhan Era Pertanian 4.0,” imbuhnya.

Lebih jauh Alauddin mengatakan, dengan  pelatihan Admin Simluhtan dan Cyber Extension, mampu meningkatkan produktivitas kerja penyuluh dan penyelenggaraan penyuluhan.

“Kita ingin penyuluh di Lutra mampu menghadirkan pelayanan yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, terpadu dan akuntabel,” kata eks Kepala Pelaksana BPBD ini.

Baca Juga ! :  Pasca Cuti Lebaran, Kehadiran ASN di Luwu Utara Capai 97,5 Persen

Admin nantinya akan bertugas melakukan penginputan data petani dan kelembagaan petani, seperti kelompok tani dan gapoktan, termasuk menginput RDKK poktan. Sementara untuk Cyber Extension, diharapkan PPL memasukkan materi-materi penyuluhan yang sifatnya lokalita. Kegiatan penyuluhan oleh PPL wajib dimasukkan ke dalam Cyber Extension. (Lh)