Inovasi UPT SMAN 1 Jeneponto Olah Buah Lontar Jadi Selai

oleh -
Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Jeneponto Drs. Hasanuddin, S., M.Pd, dan Risna Herawaty Indar, S.Pd, Foto Bersama dengan 3 Jeneis Produk Selai Buatannya

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO,- Pohon lontar (Borassus Flabellifer) merupakan salah satu pohon yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Pohon ini banyak tumbuh di Wilayah Timur Indonesia, tak terkecuali di Sulawesi Selatan.

Pohon lontar juga banyak tumbuh di Kabupaten Jeneponto dan telah menjadi ikon tersendiri dari kabupaten ini, bahkan telah dijadikan lambang daerah Kabupaten Jeneponto.

Pohon lontar memiliki banyak kegunaan pada setiap bagian pohonnya, mulai dari batang, pelepah, daun, hingga buahnya sendiri. Buah dari pohon lontar ini dapat dikonsumsi secara langsung, serta memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

Buah dari pohon lontar ini sudah banyak diperdagangkan oleh warga setempat di Kabupaten Jeneponto, akan tetapi melimpahnya hasil buah ini dimana-mana ditambah kurangnya peminat dari pembeli sehingga buah ini tidak terlalu membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sangat disayangkan karena hasil buah dari pohon lontar ini tidak memiliki nilai jual yang tinggi, karena hanya dijual dalam bentuk buah dan belum dilakukan pengolahan untuk menaikkan nilai jualnya.

Berdasar pada kenyataan tersebut, maka UPT SMAN 1 Jeneponto, mencoba berinovasi dengan melakukan pengolahan buah lontar itu menjadi selai.

Adalah Risna Herawaty Indar, S.Pd. seorang guru Kimia, yang tertarik untuk membuat produk baru berupa selai dengan menggunakan buah lontar sebagai bahan bakunya.

Untuk tahap pertama, dia membuat tiga varian rasa yaitu Original, Mix Buah Naga, dan Mix Gula Merah.

“Buah lontar produksinya sangat melimpah di Jeneponto, bahkan terkadang ia melihat, buah yang dijajakan oleh penjual di stasiun pengisian bahan bakar atau pompa-pompa bensin di Jeneponto itu, tidak laku terjual, sehingga tidak jarang pula harus dibuang karena rusak,” kata Risna.

Dengan dibuat selai, kata Risna, maka produksi buah lontar yang melimpah itu dapat tertampung, dan bisa bertahan lama.

Selain itu, lanjut Risna para pedagang buah lontar akan mendapat peningkatan pendapatan yang signifikan dengan adanya pembuatan produk yang menggunakan buah lontar sebagai bahan baku.

Mereka tidak perlu lelah untuk berkeliling mendagangkan buah lontar dengan peminat yang tidak selamanya tertarik untuk membeli dagangan mereka, sehingga apabila dalam beberapa hari dagangan mereka tidak begitu laku, maka mereka akan mendapatkan kerugian, mengingat para pedagang yang menjajakan buah lontar tersebut juga mengeluarkan modal yang tidak sedikit, seperti membeli buah dari pengepul, pemilik kebun, atau membayar pemanjat pohon lontar.

Pelaksana Tugas Kepala UPT SMAN 1 Jeneponto, Drs. Hasanuddin.S., M.Pd., yang dimintai tanggapannya tentang inovasi yang dilakukan oleh gurunya mengatakan, bahwa dirinya hanya mendorong semua pihak untuk melakukan inovasi dan mensupportnya dengan memberikan bimbingan, dan bantuan dana seperlunya.

“ Awalnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan kepada seluruh Kepala SMA untuk mengajukan satu produk inovasi sekolahnya yang diberi nama One School One Inovation. Berdasar itulah, maka pada suatu pertemuan saya sampaikan kepada guru-guru, agar menciptakan satu inovasi yang sesuai dengan ciri dan kondisi daerah kita. Saya katakan kepada semua yang hadir, masa kita sekolah besar seperti ini tidak bisa memunculkan satu inovasi pun. Maka diajukanlah pengolahan buah lontar menjadi selai sebagai produk inovasi UPT SMAN 1 Jeneponto, sekaligus diikutkan dalam lomba karya tulis ilmiah dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,”kata Hasanuddin.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •