Jelang Pemilu 2019, Ratusan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Palopo Terancam Tidak Memilih

oleh -1990 Dilihat
Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Palopo, beberapa waktu lalu.

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Palopo, menemukan ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo, yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dan terancam tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Palopo, Ahmad Ali saat dikonfirmasi pada Senin (19/11/2018).

Menurutnya, dari ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Palopo, baru sekitar 70 orang yang memiliki E-KTP.

“Sebanyak 417 jiwa yang belum jelas hak pilihnya karena tidak memiliki KTP elektronik,” katanya.

Pihak Bawaslu Palopo, meminta kepada pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) harus melakukan perekaman data di Lapas Palopo.

“Kami mendorong kepada Dinas Dukcapil untuk melakukan perekaman data KTP elekronik agar mereka nantinya terdaftar di DPT,” tambahnya.

Pasca gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala banyak warga yang mengungsi masuk ke kota Palopo yang dapat berpengaruh pada jumlah DPT.

“Warga yang mengungsi dari Palu dan Donggala pasca gempa bumi dan tsunami juga belum jelas hak pilihnya, dan ini semua perlu pendataan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Indra Sofyan mengatakan bahwa pihaknya berusaha agar warga binaannya terdata dan bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu mendatang.

“Itu tergantung KPU, dan KPU bisa menghubungi dinas kependudukan dan catatan sipil untuk melakukan perekaman data di Lapas, kami siap untuk membantu suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang,” kata Kalapas Palopo, Indra Sopyan. (**)

Tentang Penulis: Zulpadli

Gambar Gravatar
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.

No More Posts Available.

No more pages to load.