Kaki Pelaku Pemerkosa Anak SD di Rumbia Jeneponto Ditembak Polisi

oleh -4.896 views
Pelaku Pemerkosaan Romo Saat Diintrogasi Polisi di Ruang Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) Satreskrim Polres Jeneponto, Jumat 1 Nopember 2019

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO, – Setelah buron selama empat hari pasca melakukan aksi pemerkosaan. Romo ( 35 ) Warga desa Kassi Kecamatan Rumbia, Jeneponto akhirnya ditangkap polisi.

Romo ditangkap Personil Polsek Kelara dipimpin Waka polsek Kelara Ipda Sukhardi, SH, di Kampung Panyawakkang Kelurahan Tolo Kota Kecamatan Kelara Jeneponto, Kamis 31 Oktober 2019 sekitar Pkl 19.00 wita.

Setelah itu, pelaku diserahkan ke Mapolres Jeneponto. Namun pada saat pelaku diminta menunjukkan barang bukti di TKP. Pelaku berusaha kabur, meski telah diberi dua tembakan peringatan ke udara, sehingga pelaku terpaksa ditembak dibagian kaki kirinya.

Baca Juga ! :  200 Pengungsi dari Sulteng Tiba di Takalar, Mereka Mendapat Perhatian dari Bupati Takalar

” Pelaku sudah kami amankan, namun pada saat diminta menunjukkan barang bukti di TKP, pelaku berusaha melarikan diri, hingga diberi tembakan peringatan 2 kali ke udara, tapi tidak dihiraukan, akhirnya anggota melakukan tembakan terukur.” Jelas AKP Boby Rachman Kasat Reskrim Polres Jeneponto.

Sementara itu, pelaku yang diintrogasi polisi mengaku sedang mabuk miras saat melakukan pemerkosaan.

Baca Juga ! :  Wabup Minta Warga Tidak Apriori Ikut Musrenbang

” waktu itu saya habis minum bir pak, saya bonceng dia naik motor, terus saya perkosa di dekat jembatan, saya kasi keluar celananya, setelah itu saya kasi kembali ke rumahnya.” Jelas Romo pelaku pemerkosaan.

Sebelumnya Pelaku Romo (35) dilaporkan ke polisi oleh korban SI ditemani keluarganya di Mapolres Jeneponto. Korban SI merupakan teman sebangku anak pelaku di salah satu Sekolah Dasar di kecamatan Rumbia, Jeneponto.

Baca Juga ! :  Kapolres Bulukumba Rutin Bersepda Sekaligus Patroli untuk Pastikan Kamtibmas di Bulukumba

Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku Romo ( 35 ) melarikan diri ke kampung Palangbuta Desa Bululoe kecamatan Turatea, Jeneponto.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kini diamankan di Mapolres Jeneponto, pelaku terancam 5 hingga 10 tahun penjara.