Tak Ada Lagi Tolerir Warga yang Memiliki Bendera HTI,Kapolres:Kami Akan Tindak

oleh -617 views

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA—Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan menanggapi polemik bendera hitam yang mirip bendera HTI yang dibawa oleh kelompok barisan gerak jalan MAM Palampang di Kelurahan Palampang Kecamatan Rilau Ale pada Sabtu 17 Agustus kemarin.

Disela sela menyaksikan lomba balap perahu katinting di Kapasa Ujung Loe ,Kapolres menegaskan bahwa bendera yang dibawa itu memang bendera yang mirip dengan bendera HTI.

“Bendera hitam tersebut dilarang dikibarkan di NKRI ,”jelas Kapolres Bulukumba Minggu 18 Agustus 2019

Meskipun pihaknya telah melakukan investigasi ke Kepala Sekolah MAM Palampang Bulukumba dan Pihak sekolah telah meminta maaf karena lalai sehingga kecolongan anak didiknya membawa bendera organisasi terlarang tersebut saat lomba gerak jalan di Hari Kemedekaan Republik Indonesia yang ke 74 sekalipun pengakuan hanya sebatas kreasi saja tetap saja menurut Kapolres itu tidak boleh ditolerir.

Baca Juga ! :  Polsek Ujung Loe Berbagi Takjil dengan Anak Yatim

“Jadi ini bukan masalah lafadz tauhidnya tapi pada bendera yang mana bendera yang seperti itu sudah diklaim oleh salah satu organisasi terlarang,”tambahnya.

Pihak polisi pun telah memberi peringatan dan teguran keras kepada pihak sekolah agar hal tersebut tidak terulang kembali.

“Kami saat ini belum meningkatkan ke ranah pidana dan hanya memberi peringatan dan teguran karena mereka masih anak anak dan masih sekolah,”ujarnya lagi.

Terkait insiden tersebut Kapolres mengingatkan masyarakat Bulukumba agar tidak menyimpan atau memiliki bendera HTI karena pihaknya tidak segan segan akan menindak tegas.

Baca Juga ! :  Tarian Khas Sulsel, Meriahkan Peringatan HUT Ke-19 Dharma Wanita Persatuan di Lutra

“Kalau negara sudah melarang ya ikuti jangan lagi dilanggar ,bendera tersebut sudah dilarang di Indonesia,”

Untuk menindak lanjuti insiden tersebut pihaknya akan mengundang sejumlah pihak untuk duduk bersama,diantaranya Pemda, Dikpora,Kemenag,MUI,Muhammadiyah,GP Ansor,Banser NU ,dan TNI untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pemahaman terkait larangan HTI di wilayah NKRI beserta turunannya seperti bendera HTI

“Besok kami akan agendakan pertemuan ini,semoga semua pihak bisa hadir,”tutupnya.

Sementara itu Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali juga mengatakan bahwa pihaknya telah menegur pihak sekolah terkait insiden bendera hitam tersebut.

Baca Juga ! :  Kapolda Sulsel Hadiri Rakor Bidang Operasional 2018 Di STIK Lemdiklat Polri di Jakarta

“Kami masih melakukan investigasi kenapa bisa terjadi begitu,sangat disayangkan..,”katanya.