Kerap Dijual Kepada Para Pelajar, Polisi Amankan 20 Ribu Butir Obat Daftar G di Palopo

oleh -
Satuan Narkoba Polres Palopo berhasil mengungkap peredaran obat daftar G yang kerap diperjual belikan kepada pelajar di Kota Palopo, Senin (04/03/2019).

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Satuan Narkoba Polres Palopo berhasil mengungkap peredaran obat daftar G yang kerap diperjual belikan kepada pelajar di Kota Palopo, Senin (04/03/2019).

Dalam pengungkapan itu, polisi berhasil menyita sebanyak 20 ribu butir obat jenis THD dari salah satu apotek di Kota Palopo.

Selain barang bukti, polisi juga mengamankan 4 pelaku peredaran obat daftar G yang diketahui merupakan obat penenag untuk orang gila itu.

Dari 4 pelaku tersesebut dua diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara dua lainnya masih sebatas saksi.

Para pelaku ditangkap di dua tempat berbeda, yakni di Jl H Hasan dan Jl Andi Kambo.

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah menjelaskan, peredaran obat Daftar G tersebut terungkap setelah petugas mengamankan Hal (19) warga Malangke di Jl H Hasan dengan barang bukti 10 butir obat Daftar G.

Setelah dilakukan interogasi, Hal mengaku membeli obat dari SD seharga Rp 60 ribu dari salah satu counter HP di Jl Belimbing.

Polisi pun menangkap SA. Dari keterangan SA menyebut obat tersebut adalah milik SU di Jl Andi Kambo.

“Di dalam kamar SU ditemukan 20 botol atau 20 ribu butir obat daftar G jenis THD dengan Logo Y. Termasuk uang tunai Rp 14,8 juta lebih,” kata Ardiansyah.

Kepada petugas dia mengatakan pemilik obat tersebut AD. AD diketahui adalah pemilik salah satu apotek di kota Palopo.

“AD mengaku obat terlarang itu dibeli di Toko Obat Pasar Pramuka di Jakarta pada November 2018 lalu. Katanya, akan diedarkan di Luwu Raya,” kata Kapolres.

Selain itu, Kapolres Palopo juga mengatakan jika barang haram tersebut kerap kali diperjualbelikan kepala para pelajar yang ada di Kota Palopo.

“Ini yang dapat merusak generasi bangsa, dengan adanya penggunaan obat keras yang membuat orang selalu berhalusina dan dapat merusak pikiran,” pungkasnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres guna pengembangan lebih lanjut.

Mereka akan dijerat dengan Undang-undang kesehatan dan penyalagunaan obat-obatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda 1,5 Milyar. (**)

Tentang Penulis: Zulpadli

Zulpadli
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.