KPU Jeneponto Rakor Tata Cara Penyempurnaan DPTHP I Pemilu 2019 di Cafe Lino

oleh -1435 Dilihat

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO – Masa perbaikan Daftar Pemilih Tetap Pemilu tahun 2019 diperpanjang hingga November 2018 untuk memaksimalkan waktu yang tersedia Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Jeneponto, Sulawesi Selatan menindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi tata cara penyempurnaan DPTHP I pada Pemilu 2019 dengan menghadirkan semua Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK) se-Kabupaten Jeneponto bertempat di Cafe Lino Jaln Lingkar, Kec.Binamu Kab.Jeneponto, Senin 15 Oktober 2018.

Rapat koordinasi ini dihadiri Ketua KPU Jeneponto Muh. Alwi, Divisi Teknis Ibu Ekawati Dewi, Devisi Program Data Dr.Baharuddin Hafid, serta staf sekretariat KPU Jeneponto.

Ketua KPU Jeneponto Muh.Alwi menyatakan saat membuka rapat koordinasi ini digelar dalam upaya mendapatkan data pemilih Pemilu 2019 yang berkualitas.

” insya Allah hari rabu kita akan selenggarakan gerakan mengetuk 1000 pintu rumah penduduk gerakan ini secara Nasional”, Ujar Muh. Alwi.

Sementara itu, Komisioner Divisi Program dan Data Dr. Baharuddin Hafid menyatakan, saat ini pihak KPU Jeneponto membuka Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) bersama PPK dan PPS Se-Kabupaten Jeneponto mulai dari tanggal 1 hingga 28 Oktober 2018.

” salah satu upaya penyempurnaan DPTHP, dengan melakukan pencermatan DPTHP dan menerima tanggapan masyarakat terhadap DPTHP-1 termasuk pencermatan kegandaan” Jelas Baharuddin Hafid

Pencermatan kegandaan dilakukan terhadap 4 kategori kegandaan diantaranya : kegandaan K1 dilakukan untuk mengecek kegandaan dengan
parameter kesamaan elemen data (NIK, NKK, Nama, Jenis Kelamin, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Status Kawin, Alamat, dan Disabilitas). Kegandaan Kategori K2. Kegandaan K2 dilakukan untuk mengecek kegandaan dengan parameter kesamaan elemen data (NIK, Nama, Jenis Kelamin, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, dan Alamat).

Kegandaan K3 dilakukan untuk mengecek kegandaan dengan parameter kesamaan elemen data (NIK, Nama, Jenis Kelamin,
Tempat Lahir, dan Tanggal Lahir).
Kegandaan K4 dilakukan untuk mengecek kegandaan dengan parameter kesamaan elemen data (NIK, Nama, dan Tanggal
Lahir).

Sedangkan analisis elemen data invalid DPTHP-1 dilakukan untuk mengecek keakuratan pencatatan elemen data pemilih meliputi NIK NKK, Nama, tanggal Lahir; dan Alamat. Analisis elemen dan tanggapan masyarakat terhadap DPTHP-1 mencakup pemilih tidak memenuhi syarat. Namun, terdaftar dalam daftar pemilih diantaranya: Pemilih sudah meninggal dunia; Pemilih dibawah umur (pemilih dibawah usia 17 (tujuh belas)
tahun saat hari pemungutan suara dan belum kawin/menikah); Pemilih ganda (terdaftar lebih dari 1 (satu) kali); Pemilih pindah domisili (sudah tidak berdomisili di
kelurahan/desa tersebut); Pemilih beralih status pekerjaan menjadi anggota TNI; Pemilih beralih status pekerjaan menjadi anggota Polri, juga diperhatikan pemilih yang terganggu jiwa/ingatannya dan dibuktikan dengan
surat keterangan dokter, pemilih yang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, Pemilih tidak dikenal, Pemilih bukan penduduk setempat.

Pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih. Pemilih yang belum terdaftar ada 4 jenis antara lain: pemilih sudah memiliki KTP-el. pemilih belum memiliki KTP-el dan sudah melakukan perekaman. Pemilih belum memiliki KTP-el dan memiliki dokumen kependudukan lain (Kartu Keluarga, Surat Keterangan, atau
yang lain).

” Pemilih belum memiliki KTP-el dan tidak memiliki dokumen kependudukan lain, namun yang bersangkutanq benar warga negara Indonesia yang tinggal di wilayah setempat (dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala desa/Lurah/Kalapas/Karutan/sebutan lain.”
Jelas Komisioner Divisi Program dan Data KPU Jeneponto Dr. Baharuddin Hafid

( Alex )

No More Posts Available.

No more pages to load.