Lakpesdam NU Bulukumba Ajak Dai Muda Bersikap Inklusif Sikapi Persoalan Transpuan

oleh -663 views

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA—Lakpesdam Bulukumba ikut menanggapi terkait penolakan keikut sertaan kelompok traspuan/ waria dalam lomba gerak jalan santai oleh Dai Muda Bulukumba.

 

Syarif dan Nur’ala pengurus Lakpesdam NU Bulukumba

Ketua Lakpesdam Bulukumba mengatakan bahwa transpuan atau waria selama ini selalu menjadi korban stigma dimasyarakat sehingga penting bagi masyarakat termasuk Dai Muda Bulukumba untuk bersifat Inklusif.Yang mana sikap inklusif itu adalah bagaimana seseorang memandang positif perbedaaan yang ada atau menyadari perbedaan adalah fitrah atau alami.Mereka yang berpikir inklusif adalah mereka yang tidak menolak perbedaan tapi mengakui adanya persamaan yang bersifat universal termasuk komunitad transpuan atau waria ini.

Baca Juga ! :  Ditlantas Polda Sulsel Dapati Ratusan Pelanggar Di Hari Pertama Pemberlakuan ETLE

“Jadi begini bahwa sebenarnya yang sebutab waria itukan sesuatu yang dilekatkan karena ada sistem budaya, karena melakoni kemiripan jenis kelamin yang berbeda,dan jangan dicap sebagai umat yang paling berdosa ,karena kita yang normal belum tentu lebih baik,”jelasnya Ketua Lakpesdam Bulukumba Nur’ala ,Rabu 14 Agustus 2019.

Lanjut A’la mengatakan bahwa waria itu punya peran sosial ke masyarakat dimana perannya berhubungan dengan acara tradisi perkawinan masyarakat bugis makassar (umumnya waria di Bulukumba bekerja sebagai perias pengantin). Nah olehnya itu menurut A’la bila ada yang tidak suka dengan kelompok ini apakah dilingkup keluarganya sudah serta merta menolak totalitas waria saat akan menggelar hajatan dimana di Bulukumba saat ini perias pengantin ataupun dekorasi sebuah hajatan umumnya masih menggunakan jasa waria.

Baca Juga ! :  280 Anggota Berprestasi Terima Penghargaan dari Kapolda Sulsel

“Waria itu punya tingkat kemandirian dalam rangka membangun akses akses ekonomi. Mereka punya cara keluar dari problem ekonomi masyarakat dan secara tidak langsung bisa menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan juga orang lain. sehingga negara terbantu dalam hal lapangan kerja,”.

Selama ini tambah A’la Lakpesdam Bulukumba sudah bekerja mengajak masyarakat dan bermitra dengan berbagai pihak untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan anti diskriminasi,olehnya itu dirinya berharap bila memang ada hal yang keliru dimasyarakat setidaknya mengajak untuk duduk bersama dan memberi jalan keluar atau solusi sehingga tidak terjadi benturan dan diskriminasi.