Mantan Lurah Mattompodalle, Diduga Habiskan Dana Kelurahan, Gaji Lingkungan Tidak Dibayarkan

oleh -
Kantor Lurah Mattompodalle Kecamatan Polongbangkeng Utara kabupaten Takalar

LISTINGBERITA.COM, TAKALAR,- Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, diminta agar setiap pergeseran pejabat kelurahan supaya dimintai pertanggung jawaban posisi keuangan kelurahan yang akan di tinggalkan sebelum dilantik sebagai kepala kelurahan di tempat lain.

Hal ini di anggap sangat penting untuk pertanggung jawaban keuangan/ dana kelurahan yang di kelolanya semasa menjadi pejabat kelurahan yang akan ditinggalkannya.

Seperti di Kelurahan Mattompodalle Kecamatan Polongbangkeng Utara kabupaten Takalar
Abd Rahman Rasyid yang sekarang di percaya sebagai kepala kelurahan di Kelurahan Maradekaya kecamatan Pattalassang kabupaten takalar,membuat kepala kelurahan penggantinya di Mattompodalle garuk kepala karena kas yang di tinggalkan sama sekali tidak ada yang tersisa sehingga lima kepala lingkungan belum mendapatkan gaji untuk triwulan ketiga.

Camat Polongbangkeng Utara dikonfirmasi mengatakan benar sampai hari ini belum tuntas LPJnya Abd Rahman Rasyid untuk dana yang dikelolanya selama menjadi kepala kelurahan di Mattompodalle.

Sama halnya bendahara kelurahan Mattompo Dalle mengaku pihaknya kesulitan membuku dan membuat laporan keuangan tahun 2010 yang ditinggalkan oleh Abd Rahman Rasyid karena nota pengeluaran/ pembelian barang belum sepenuhnya di setor oleh mantan lurah, apa lagi ini sudah mau masuk bulan Desember seharusnya laporan keuangan sudah harus tuntas

Salah seorang aktivis mengatakan persoalan ini perlu dipertanggung jawabkan karena ini adalah uang negara untuk pembangunan bukan untuk Pribadi Mantan lurah harus Ada bukti pisik atau bukti nota keuangan yang di keluarkan oleh kepala kelurahan yang bisa di pertanggung jawabkan dan kalau tidak bisa maka hal ini bisa di sampaikan kepihak penegak hukum APK

Sementara Abd Rahman Rasyid yang di konfirmasi melalaui telepon WAnya mengatakan informasi itu tidak benar karena akan di bayar kan pada bulan Desember 2020 semua akan terbayarkan kata mantan kepala kelurahan mengklarifikasi hal tersebut.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •