Mentan RI Panen Raya Jagung di Jeneponto, Petani Keluhkan Rendahnya Harga

oleh -
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menggelar panen raya jagung hibrida di atas lahan seluas 384 hektar di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis 30 Juli 2020.

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO,- Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menggelar panen raya jagung hibrida di atas lahan seluas 384 hektar di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis 30 Juli 2020.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di jeneponto harus ada mesin pengering jagung

“di Jeneponto ini produksi jagung meningkat, jadi harus ada mesin pengering jagung” Ujar Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan, tidak boleh ada lahan kosong. Pemanfaatan lahan kosong di musim gadu sangat tepat untuk bercocok tanam dengan tanaman jagung, salah satunya tanaman jagung hibrida.

“tidak boleh ada lahan kosong, begitu habis panen harus tanam lagi, lahan harus dimanfaatkan” Ujar Syahrul

Jagung hibrida bisa menghasilkan produksi yang melimpah, satu hektar bisa menghasilkan 7 hingga 9 ton. Meski produksi tanaman jagung di Jeneponto mengalami peningkatan, namun sejumlah petani mengeluh, dikarenakan rendahnya harga jagung di kalangan petani.

Harga jagung, saat ini hanya berkisar, dua ribu delapan ratus rupiah perkilo gramnya, petani ingin menteri pertanian menaikkan harga jagung yang saat ini sedang anjlok.
“Harga Jagung murah sekali, hanya 2.800 perkilo, saya minta harga jagung dinaikkan” Ujar Darma

Jeneponto termasuk salah satu daerah penghasil jagung terbesar di sulsel, dalam hal pertanian Jeneponto tidak boleh kalah dengan daerah lain, dan yang terpenting di tengah pandemi covid-19 masyarakat Jeneponto tidak boleh lapar.