Nafas Baru Indonesia Lewat Rendang Ala William Wongso

oleh -

LISTINGBERITA.BULUKUMBA,-Sedari dahulu Indonesia dikenal dengan kekayaan budayanya, baik itu bahasa, tarian, alat musik, pakaian serta rumah adat bahkan tak ketinggalan kulinernya. Baru – baru ini konten hangat menghampiri masyarakat Indonesia, pasalnya pakar kuliner asal Indonesia yaitu William Wongso menjadi buah bibir karena memperkenalkan makanan khas asal Minang yaitu “Rendang” kepada khalayak internasional lewat channel National Geographic. Tak hanya itu, berkat kecintaan serta dedikasinya yang tinggi kepada perkulineran membuat William Wongso hadir untuk memandu bahkan dijadikan mentor bagi seorang chef terkenal sekelas Gordon Ramsay. Dengan keingintahuan Gordon Ramsay, membuat William Wongso memperkenalkan rendang, karena rendang sendiri termasuk dalam kategori 50 “best foods” yang dilansir dalam CNN Travel pada tahun 2019 silam. Disamping itu, dengan banyaknya sisi historis yang ada dibalik penamaan rendang sendiri, membuat rendang sangatlah cocok untuk diperkenalkan kepada dunia. Hal ini dibuktikan karena bahan – bahan yang terdapat didalam rendang memaparkan filosofi tersendiri akan kondisi masyarakat di sana. Dikutip dalam artikel “Nilai Pendidikan Dalam Kuliner Rendang” karya Dwi Desi Fajarsari yang terhimpun dalam Journal Buletin Al – Turas (Juli 2017) dipaparkan bahwa sebenarnya rendang bukanlah sebutan untuk penamaan kuliner, akan tetapi lebih kepada teknik memasak, dengan cara mengawetkan daging lalu direndam dalam santan disertai rempah-rempah, setelah itu dipanaskan dengan api. Fakta menarik akan rendang terlihat dari pemilihan daging sebagai bahan utama yang melambangkan “Niniak Mamak” (paman) serta “Bundo Kanduang” (ibu) dimana diartikan sebagai pemberi kemakmuran kepada anak serta kemenakan,, lalu diikuti dengan pilihan kelapa atau kalamba yang melambangkan kaum intelektual atau “Cadiak Pandai”, cabai atau lado yang melambangkan “Alim Ulama” karena bersifat pedas serta tegas perihal mengajarkan syariat agama dan tak ketinggalan yaitu bumbu atau pemasak yang melambangkan akan keseluruhan masyarakat Padang. Dengan keuikan yang terkandung dalam rendang yang berasal dari daging sapi yang dibalut dengan rempah – rempah pilihan serta dikenal dengan cita rasa pedas menjadikan rendang sebagai makanan yang patut untuk dicoba.

Selain keistimewaan yang terkandung di dalam rendang, keistimewaan hadir di dalam diri William Wongso. Pendiri Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) ini, telah banyak mengukir prestasi baik di dunia internasional bahkan dalam negeri dimana dengan ini membuat dirinya dikenal oleh banyak orang. Dengan kehadiran William Wongso dalam siaran bersama National Geographic ia secara aktif bersua sebagai aktor hubungan internasional. Selain itu, dengan upaya memperkenalkan Indonesia lewat rendang nyatanya William Wongso memasukkan unsur soft diplomacy atau yang bisa disebut diplomasi lunak dalam perannya. Dengan menggunakan taktik diplomacy rendang nyatanya kini ia menyabet gelar diplomat rendang. Tak khayal dengan ia mendapat gelar itu, dapat kita telaah bahwasannya gaya diplomasi yang dimainkan William Wongso tercetus akan teori Gastro Diplomacy yang dikenal sebagai seni diplomasi yang lebih mengutamakan akan budaya serta makanan sebagai alat untuk memperkenalkan, mempromosikan bahkan meningkatkan nilai-nilai dan harta budaya bangsa. Terlebih lagi, dengan menggunakan taktik ini bisa membawa masyarakat luar untuk tertarik untuk datang bahkan mencoba masakan yang ada di Indonesia.
Tak hanya perihal diplomasi saja yang digaungkan oleh William Wongso, namun bisa dilihat dalam pandangan politik kerjasama internasional menelaah bahwa William Wongso dianggap sebagai Organic Intellectuals. Organic Intellectuals bisa diartikan sebagai peran individu dalam mempengaruhi hubungan kedua negara atau yang dikenal dengan kerjasama bilateral. Walaupun Organic Intellectual nyatanya tak seberpengaruhnya dengan Epistemic Communities yang langsung membuat suatu kebijakan luar negeri seperti Menteri, Presiden bahkan Organisasi Internasional, Namun secara perlahan dengan diikuti peran masyarakat Indonesia yang besar akan mempengaruhi masyarakat luar untuk membuat Rendang, Mencoba bahkan berharap untuk datang langsung ke Indonesia. Hal ini tentu mempengaruhi pemikiran masyarakat luar untuk menjalin kerjasamanya dengan Indonesia bahkan menarik investor-investor asing terhadap kuliner asli Indonesia, karena dengan itu bisa jadi para juru masak di Indonesia yang handal akan bisa dengan mudah membuka gerainya di Luar Negeri. Oleh karenanya, dengan banyaknya masyarakat indonesia yang bisa membuka restoran di luar negeri tak khayal Indonesia bisa mendominasi bahkan memerkan budayanya lebih luas dimana dengan ini juga akan menaikkan Branding Indonesia di mata dunia.

Penulis:Teddy Farhan

(Artikel ini seutuhnya menjadi tanggung jawab penulis,bila kedepan ada sesuatu hal terjadi redaksi LISTINGBERITA tidak bertanggung jawab)