Oknum Guru SMP Bawa Kabur Siswanya Kemudian Dicabuli

oleh -28.166 views

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA—Seorang guru yang harusnya mengayomi dan mendidik siswanya tidak berlaku bagi oknum guru salah satu SMP di Bulukumpa Sulawesi-Selatan.

Oknum guru bernama Aswal ini tega membawa kabur dan mencabuli siswanya berinitial DS sendiri yang dilakukannya di perpustakaan sekolah pada selasa 26 februari 2019.

Awalnya pelaku yang merupakan guru PKN ini meminta korban yang tak lain ada siswanya untuk meminta izin kepada orang tuanya untuk melatih pramuka anak anak sekolah dasar.

Baca Juga ! :  Polisi Tetapkan MA Sebagai Tersangka Kasus Hilangnya 1.250 Blangko E-KTP di Palopo

Dan setelah itu teman korban berinitial AG diminta oleh pelaku menjemput korban dirumahnya di Jalan Langsat Kelurahan Tanete dan menbawa korban dirumah AG pada pukul 4 sore.

Malamnya kakak korban datang kerumah AG dan meminta korban untuk pulamg ,namun oknum guru yang terlebih dahulu telah datang justru mengancam pelaku menggunakan pisau.

Baca Juga ! :  Begini Ungkapan Rasa Syukur Direksi dan Jajaran RSUD Bulukumba di HUT Bulukumba

Merasa nyawanya terancam dan takut,korban pun akhirnya mengikuti kemauan pelaku.Dan sekitar pukul 11 malam pelaku berhasil membawa korban ke perpustakaan sekolah.

Korban mengaku pelaku sempat mencium dan meraba raba organ sensitifnya berulang kali namun korban berdalih pelaku tidak melakukan hubungan badan dengannya hingga pukul 5 subuh pelaku kemudian diantarkan ke rumahnya temannya yang lain berinitial IM yang beralamat di Jojjolo Bulukumpa.

Keluarga pelaku sendiri tidak mempercayai pengajuan dari korban dan langsung membawa korban ke rumah sakit untuk di visum.

Baca Juga ! :  Kapolda Sulsel Buka Sosialisasi Perkap Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pakaian Dinas

Semenatara itu pelaku yang merupakan ASN ini tengah ditaham dan diperiksa di unit PPA Polres Bukukumba.

Bila terbukti bersalah,pelaku bisa dijerat undang undang perlindunga anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda 5 milyar rupiah ditambah lagi sepertiga dari ancaman hukuman karena pelaku merupakan tenaga pendidik.