Oknum Polisi Bertugas di Gowa, Lakukan Tindakan Tak Terpuji di Jeneponto

oleh -1.864 views
ilustrasi penembakan

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO, – Pilkades serentak di Jeneponto, Sulsel akan digelar 4 Nopember mendatang.

Di Jeneponto ada 32 desa yang akan melangsungkan pilkades serentak, termasuk salah satunya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto yang terus menuai polemik.

Sebelumnya, Panitia Pilkades mendiskualifikasi salah satu bakal calon kepala desa incumbent Abdul Salam secara sepihak dengan tuduhan pemalsuan dokumen.

Namun, setelah Abdul Salam melakukan sanggahan dan melaporkan tindakan Panitia Pilkades Jenetallasa ke Polres Jeneponto, Sekretaris Panitia Pilkades Muh. Syam Arianto melalui suratnya akhirnya meminta maaf.

Baca Juga ! :  Bupati Takalar Lantik 45 Pejabat Adminstrator dan Pejabat Pengawas

Selain meminta maaf, Panitia Pilkades juga secara sadar mencabut surat yang mendiskualifikasi Abdul Salam. Panitia Pilkades juga dalam surat pernyataaannya menyampaikan kepada Dinas PMD dan pihak terkait agar Abdul Salam dapat mengikuti seluruh tahapan Pilkades Jenetallasa 2019.

Jelang pilkades, suasana Desa Jenetallasa sempat memanas lantaran ada oknum Polisi diduga dari Sat Reskrim Polsek Tompobulu Polres Gowa, Bripka Ramli Tiggala diduga telah melakukan tindakan tidak terpuji dengan cara menggeber – geber dan mengendarai dengan kencang mobilnya di Desa Jenetallasa, Senin (30/9) malam.

Baca Juga ! :  Ada Apa Penyidik Polres Takalar, Pengurus CSR, Belum di Periksa

Selain itu, oknum polisi juga melepaskan tembakan satu kali dengan menggunakan senjata laras panjang berjenis SSI yang diduga inventaris Polsek Tompobulu, Polres Gowa.

Tembakan itu dilepaskan di depan rumah orang tua dan keluarga Abdul Salam yang mana hadir juga dua Bacalon lainnya. Tindakan ini diduga dilatar belakangi oleh laporan adik oknum Polisi bernama Asri.

Baca Juga ! :  Kampanye Bulukumba Kelola Sampah

Asri sendiri merupakan salah satu Panitia Pilkades Jenetallasa. Adik oknum Polisi itu diduga mendapat ancaman dari simpatisan Bacalon yang didiskualifikasi, Abdul Salam.

Kapolsek Kelara, Iptu Bakri membenarkan kejadian tersebut.

“Betul. Kita sudah buat laporan khususnya. Berdasarkan informasi masyarakat, betul dia lalu lalang didepan rumah Abdul Salam (Bacalon Kades) sengaja memancing, saya bertahan sampai jam 2 malam disana untuk menetralisir masalah disana,” kata dia, Selasa 1/10/2019.