Opini : Kesejahteraan Sosial, Menanti Kebaikan Hati Pemimpin Baru

oleh -176 Dilihat
Dodi Pratama Putra

Kesejahteraan Sosial; Menanti Kebaikan Hati Pemimpin Baru Dalam Menanggulangi: Kemiskinan, Orang Terlantar, Dan Pendidikan Gratis.

Pemilu telah usai, pemimpin baru telah terpilih, tetapi masih banyak masalah sosial yang belum terselesaikan dengan menjabatnya orang yang sama dalam kurung waktu 10 tahun. Bisa dikatakan bahwa, orang yang sama dan waktu yang lama belum tentu bisa menuntaskan masalah paling dasar di negeri ini.

Kemiskinan, adalah masalah yang sangat serius, masih menjadi misteri, apakah ada solusi lain, yang lebih cepat dalam menuntaskan masalah ini. Sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945, bahwa negara harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam setiap fenomena di masyarakat, termasuk kemiskinan.

Kemiskinan belum juga terselesaikan, Negara dalam hal ini pemerintah hanya bermain angka dalam melihat kemiskinan, padahal yang terjadi di rakyat Akar rumput tidak sesuai dengan angka angka yang biasa di publikasi dalam wawancara TV atau lewat sosial media. Transparansi dalam sudut pandang mereka (pemerintah) tidak cukup transparan, dalam artian tidak sepenuhnya memberikan informasi yang pasti, karena berbeda dengan yang terjadi di masyarakat kelas bawah.

Orang terlantar demikian, ini tidak lepas dari kemiskinan itu sendiri. Peran pemerintah tidak ada, bahkan bisa dikatakan Negara tidak hadir dalam kesengajaan sosial ini. Negara akan hadir jika pemilu atau pemilihan umum akan di laksanakan. Orang terlantar, laki-laki, perempuan, tua, muda, anak-anak, tidak ada bedanya jika mereka masih tidur di jalanan dan merasakan kelaparan. Apakah Indonesia emas akan tercapai dengan masih adanya kesengajaan sosial tersebut?.

Perihal lain yang terkait dengan kemiskinan dan orang terlantar ialah pendidikan. Kenapa pendidikan, sebab dasar dari semua masalah sosial ialah pendidikan. Kemiskinan dan orang terlantar masih menjadi masalah sosial dikarenakan tidak adanya pendidikan gratis yang di berikan oleh pemerintah. Pendidikan seolah barang mahal dan tidak semua manusia Indonesia bisa memiliki akses untuk itu.

Kesejahteraan sosial sebagaimana yang di definisikan oleh PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) ialah Terwujudnya kehidupan manusia yang lebih sejahtera dalam segala aspek, termasuk soal Kemiskinan dan Pendidikan. Indonesia sebagian negara demokrasi yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila memiliki sudut pandang yang sama dalam hal kesejahteraan sosial. Tidak dipungkiri, Semua agama di dunia ini termasuk orang yang tidak beragama memiliki sudut pandang yang sama soal masalah sosial ini.

Peran Institusi, seperti Kementerian Sosial adalah salah satu alternatif yang buat oleh Negara seperti Indonesia. Dengan adanya kementrian ini, seakan pemerintah hanya membagi kue kekuasaan dengan yang lainnya. Proses penanggulangannya tidak begitu di perhatikan. Ini bisa di perjelas dengan beberapa kejadian sosial tadi.

Kesejahteraan sosial sendiri melihat 3 aspek atau tiga 3 sudut pandang dalam memetakan masalah sosial;

Dalam sudut pandang Mikro, Kesejahteraan sosial menganalisa masalah sosial di tingkat, individu dan keluarga. Adapun lainnya, dalam sudut pandang Mezo, dalam artian menganalisis ruang lingkup wilayah atau suatu lembaga dan kelompok kecil lainnya. Dan terakhir dalam sudut pandang makro, kesejahteraan sosial melihat dalam jangkauan yang lebih luas seperti suatu provinsi atau sebuah Negara.

Kesejahteraan sosial alat analisa kejadian sosial dalam masyarakat, memberikan masukan langkah apa yang seharusnya di ambil. Masalah sosial, kemiskinan, pendidikan beserta orang terlantar yang seharusnya menjadi tanggung jawab Negara dalam hal ini pemerintah. Adanya otonomi daerah, memberikan ruang pemerintahan daerah mengatur sendiri pemerintahannya.

Pemerintah daerah, provinsi, kota atau kabupaten, harus memikirkan matang-matang, karena pemerintah daerah adalah kepanjangan dari pemerintah pusat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kewajiban itu bukan hanya soal membuat aturan atau perundangan-undangan tetapi lebih kepada kepastian yang jelas dalam melaksanakan aturan tersebut.

Kesejahteraan sosial adalah salah satu bidang ilmu untuk menganalisa suatu fenomena sosial, dan masalah sosial akan selalu ada, selama kehidupan manusia masih ada. Tetapi bukan berati Negara menerima begitu saja keadaan yang ada. Sudut pandang Negara tidak boleh terlalu spiritual, dalam artian “di balik kesusahan pasti ada kemudahan, dan orang orang tertindas akan mendapatkan timbal baliknya yaitu surga”. Jangan sampai Negara berpikiran seperti itu. Pandangan Negara terhadap masalah masalah sosial yang ada perlu memberikan solusi untuk menyelesaikannya.

 

Penulis : Dodi Pratama Putra

No More Posts Available.

No more pages to load.