Pemuktahiran Data Penerima Bansos, Dinsos Palopo Gelar Bimtek Pencacah

oleh -700 Dilihat
Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Sosial, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencacah yang dilaksanakan di Auditorium Saokotae, Kamis (13/09/2018). Bimtek tersebut mengambil tema Mekanisme Pemuktahiran Mandiri (MPM).

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Sosial, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencacah yang dilaksanakan di Auditorium Saokotae, Kamis (13/09/2018). Bimtek tersebut mengambil tema Mekanisme Pemuktahiran Mandiri (MPM).

Kepala Dinas Sosial, Muh Tahir dalam laporannya, menyampaikan bahwa sesuai tema kegiatan, dan sesuai dengan undang undang yang ada, Pemkot Palopo diberi kewenangan untuk melakukan sensus atau pencacah, dalam rangka memenuhi persyaratan sekaligus keluhan yang selalu menjadi persoalan di tingkat nasional tentang ketidak akuratan data penerima bansos secara menyeluruh.

“Baik itu bansos Beras Sejahtra (Ranstra) APBN, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) maupun beberapa bansos lainnya yang berdasarkan data berhak mendpatkan bantuan sesuai undang-undang tidak dapat diberikan karena penerima manfaat tidak terdaftar dalam basis data yang ada,” ungkap Muh Tahir.

Muh Tahir melanjutkan, terkait hal tersebut pihak Dinas Sosial sengaja menghadirkan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) selaku narasumber utama, karena pada akhirnya BPS lah yang akan mengumumkan jumlah daftar penduduk kategori yang miskin, rentan miskin, hampir miskin dan sangat miskin.

“Karena tugas pemkot Palopo sesuai undang-undang untuk melakukan pemutakhiran secara mandiri, maka diharapkan disetiap kelurahan satu atau dua peserta agar intens melakukan pencacahan kepada  masyarakatnya yang memenuhi syarat atau kriteria untuk mendapatkan bantuan social kedepan,” lanjutnya.

Pelaksanaan pemutakhiran data dilakukan untuk melengkapi basis data terpadu yang telah ada sejak 2009, 2011 dan 2015. Dimana dalam setiap rakor tingkat nasional, regional dan wilayah selalu menjadi kendala karna masih banyak masyarakat yang menurut pemerintah berhak mendapatkan bantuan sosial namun tidak dapat diberikan karena tidak terdaftar dalam basis data terpadu.

Sementara itu, Pj Walikota Palopo yang diwakili oleh Staf Ahli Walikota Palopo Dr. Suyuti menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bimtek yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa untuk Pemkot Palopo dalam hal ini Dinas Sosial.

“Tugas yang akan anda emban selaku pencacah sangat mulia karena ujungnya akan membantu menentukan kesuksesan pemutakhiran data dalam rangka penanganan fakir miskin, dan tetap fokus dalam melakukan pencacahan. Ingat dedline atau batas waktu yang diberikan, jangan sampai target yang diberikan tidak tercapai,”pungkas Suyuti.

Sebelumnya, pihak Dinsos Palopo telah melakukan bimtek terhadap 20 penyandang cacat, dan juga telah menyelesaikan atau menyalurkan bantuan kepada 10 anak di bawa umur yang bermaslah dengan hukum di Kota Palopo melalui panti asuhan.

Selain iitu, mereka juga akan meghadirkan 100 orang masyarakat dalam rangka program  pemberdayan masyarakat dari kementrian sosial dalam bentuk program keserasian sosial dan kembali akan menyalurkan bantuan tahap kedua kursi roda kepada masyarakat. (RLs|Hms)

Tentang Penulis: Zulpadli

Gambar Gravatar
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.

No More Posts Available.

No more pages to load.