Perayaan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Permpuan Digelar di Jeneponto

oleh -1162 Dilihat

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO – Upaya menyelamatkan anak dari tindakan perkawinan anak terus dilakukan, momentum perayaan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Permpuan (HAKTP) dalam gerak bersama kampanyekan cegah Perkawinan Anak di Jeneponto digelar oleh Koalisi Cegah Perkawinan Anak terlibat didalamnya Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto, pengurus Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Jeneponto, KOHATI Cab.Jeneponto, Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Pemuda Muhammadiyah Jeneponto, Forum Anak Kabupaten Jeneponto, LSM PATTIRO JEKA, Gugah Nurani Indonesia Jeneponto (GNI), DPD KNPI Jeneponto, DPD BKPRMI Jeneponto

Kegiatan yang diselenggarakan hari sabtu pagi, 1 Desember 2018 didepan taman lalu lintas depan Kantor Polres Jeneponto Koalisi memasang spanduk ajakan mencegah perkawinan anak di Jeneponto yang dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dan orasi masing masing pimpinan Instansi, pimpinan Organisasi dihadapan peserta, deklarasi ditandai dengan penandatanganan komitmen cegah

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab Jeneponto Ibu Hj.Juniati menyatakan bahwa semua element masyarakat harus bersatu dalam mencegah perkawinan anak karenanya seluruh hak-hak anak harus dilindungi dan dipenuhi agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, mampu berkreasi dan berinovasi, dukungan masyarakat dan pemerintah untuk memberikan rasa aman untuk terus belajar dan bermain bagi anak anak kita tidak dihantui perkawinan anak.

Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Jeneponto Ramlawati Alex menambahkan jika Perkawinan anak, merintangi anak untuk menikmati hak-haknya sebagai anak, perkawinan anak, adalah kekerasan dan diskriminasi terhadap anak, Perkawinan anak, merenggut masa bahagia anak untuk bermain, belajar dan berkreasi, Perkawinan anak, merintangi terwujudnya ketahanan negara.

Bahtiar Ketua KARANG TARUNA Kabupaten Jeneponto menyampaikan hal senada bahwa perkawinan anak adalah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mengancam masa depan anak anak kita yang harusnya menikmati proses belajar dibangku sekolah.

Husnaeni J Ketua KOHATI Cab.Jeneponto turut mendukung Cegah Perkawinan Anak, menikahkan anak sama dengan menghancurkan masa depan anak yang seharusnya belajar dan bemain.

Maneger Gugah Nurani (GNI) Indonesia Jeneponto Ruslan Olank meminta agar ide untuk melakukan kampanye cegah perkawinan anak tidak hanya sampai disini tapi harus digalakkan disemua pelosok desa/kelurahan.

( Alex)

No More Posts Available.

No more pages to load.