Peringati Hari Sumpah Pemuda Dengan Unjuk Rasa, Ini Tujuh Tuntutan LMND Palopo

oleh -730 Dilihat
Puluhan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Palopo, berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di depan Kantor DPRD Kota Palopo, Senin (29/10/2018).

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Puluhan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Palopo, berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di depan Kantor DPRD Kota Palopo, Senin (29/10/2018).

Dalam orasinya, pengunjuk rasa ini menuntut pihak pemerintah agar mengembalikan sistem ekonomi Pancasila dari sistem ekonomi Liberal yang pro terhadap asing.

Selain itu, Korlap aksi, Ilham juga mengatakan bahwa sejak zaman Orde Baru hingga sekarang Indonesia masih mengadopsi haluan ekonomi liberal. Terbukti dengan diterapkannya undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal asing.

“Kita telah mengalami deindustrialidasi dan deagrarianisasi. Liberalisasi telah memperlebar ketimpangan ekonomi dalam 2 dekade terakhir,” teriak Ilham dalam orasinya.

“Tidak ada pilihan lain liberalisasi ekonomi harus dihentikan, diubah menuju haluan ekonomi Pancasila,” lanjutnya.

Aksi unjuk rasa tersebut, sempat menimbulkan ketegangan antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian, saat puluhan mahasiswa ini tiba d depan Kantor DPRD Kota Palopo, dan memaksa masuk dengan membawa ban bekas, namun dihalau puluhan aparat kepolisian.

Mereka pun membakar ban bekas di Jalan Raya, tepatnya di depan Kantor DPRD Palopo, Jl Anggrek, yang sempat membuat arus lalu lintas terganggu.

Usai membakat ban bekas, pengunjuk rasa kemudian diterima oleh salah seorang anggota DPRD Kota palopo, Bakri Tahir.

Massa aksi ini membawah tujuh tuntutan, yakni mendesak pihak Pemrintah RI mengganti haluan ekonomi menuju haluan ekonomi Pancasila,  mencabut undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, melaksanakan pasal 33 UUD 1945.

Melaksanakan reforma agraria sejati, mencabut undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi, serta mewujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis dan tuntaskan kasus korupsi yang masih mengendap di Kota Palopo. (**)

 

 

 

 

Tentang Penulis: Zulpadli

Gambar Gravatar
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.

No More Posts Available.

No more pages to load.