Pesta Adat Je’ne-Jene Sappara Di Balangloe Tarowang Syarat Makna Simbolik

oleh -3687 Dilihat

LISTINGBERITA.COM,  JENEPONTO –Perayaan pesta Adat Je’ne-je’ne Sappara di Desa Balangloe Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Rabu 24 Oktober 2018 berlansung semarak

Acara puncak pesta rakyat itu, dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, tokoh adat perwakilan daerah se-Sulawesi Selatan, serta para pejabat teras Jeneponto lainnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir Nurdin Abdullah M.Agr, dalam sambutannya berpesan agar perayaan pesta adat ini hendaknya senantiasa dijaga dan dilestarikan, dan berharap perayaan tahun depan berlangsung lebih meriah dan tertata.

Ditengah perayaan pesta adat tersebut Prof andalan sang Gubernur berjanji untuk membantu pengembangan sarana dan fasilitas tempat perayaan pesta adat Je’ne-je’ne Sappara.

Sementara Bupati Jeneponto Iksan Iskandar meminta agar Gubernur provinsi Sulawesi Selatan senantiasa berkenang memberikan pembinaan dan arahan dalam membantu percepatan perubahan di Jeneponto.

Tokoh Adat sekaligus ketua panitia pesta adat tersebut Mustamin Karaeng Kulle mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur, bupati dan seluruh perwakilan raja-raja Sesulawesi Selatan atas kesediaan waktu untuk hadir diacara je’ne-jene Sappara ini.

Perayaan je’ne’-je’ne’ sappara merupakan perayaan kemenangan Kerajaan Tarowang atas Karajaan Majapahit, dan juga untuk mengenang jasa baik seorang tabib termasyur yang pernah dimiliki masyarakat desa balangloe Tarowang,” dikutip dari pembacaan sejarah singkat oleh panitia pelaksana”.

Rangkaian ritual syarat akan makna simbolik, diantaranya appasempa, pamanca’,a’lili’,a’rurung kalompoang, dengka pada, pakarena, parabbana pagambusu, pa’batte jangang, akraga, je’ne’-je’ne, dan banyak lagi yang lainnya.

(Ruslan Rabbatini)

No More Posts Available.

No more pages to load.