Pihak IAIN Palopo Akan Berhentikan Oknum Dosen Yang Barter Nilai Mahasiswanya

oleh -
Bukti percakapan oknum dosen dengan salah seorang mahasiswa yang berisi barter nilai dengan produk Multi Level Marketing (MLM), di group WhatsApp beberapa hari lalu.

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Pihak Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo akan memberhentikan oknum dosen berinisial AL yang diduga menukar nilai mahasiswanya dengan produk Multi Level Marketing (MLM).

Hal tersebut diungkap oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Palopo Kaharuddin, pada Kamis (17/01/2019).

Menurutnya, pihak kampus sudah menerima laporan terkait dengan adanya dugaan barter nilai mahasiswa dengan pembelian produk Multi Level.

“Kami akan memberhentikannya. Sudah ada laporan masuk. Meskipun oknum dosen itu belum kami panggil, tapi kami akan memberikan sanksi tegas,” katanya.

Selain itu, Kaharuddin juga menjelaskan bahwa setiap semester pihak kampus selalu melakukan evaluasi kepada semua dosen. Jika ada dosen yang masuk dalam ketegori sudah tidak dapat lagi mengajar maka akan dilakukan pergantian.

“Jadi setiap semester itu, kampus selalu melakukan evaluasi dosen, ini adalah sebuah keharusan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi kalau ada dosen melakukan masalah begini pasti kami tidak pakai lagi,” terangnya.

Diketahui, oknum dosen IAIN yang juga merupakan dosen tetap di STIE Muhammadiyah Palopo itu diduga telah barter nilai mahasiswanya dengan pembelian produk MLM.

Hal itu terbukti dari sebuah percakapan WhatsApp antara mahasiswa dan oknum dosen tersebut, yang kini viral di Kota Palopo, Rabu (16/1/2019) malam lalu.

Dalam percakapan itu, salah seorang mahasiswa melakukan protes dan mempertanyakan nilainya yang masih kosong, setelah sebelumnya telah mengikuti ujian.

Dosen ini menjawab bahwa nilai mahasiswa itu mendapatkan C, namun belum dicantumkan dalam format penilaian.

Mahasiswa tersebut tetap melakukan protes karena sebelumnya sudah diberi tahu jika dirinya mendapatkan nilai B, dan bukan nilai C seperti yang disampaikan oknum dosen itu.

Melihat protes mahasiswanya, oknum dosen menawarkan jika ingin diberikan nilai, maka harus membeli sebuah produk dengan harga ratusan ribu.

Hingga saat ini, oknum dosen tersebut masih enggan berkomentar, meskipun sudah dikonfirmasi. (**)