Puluhan Pengurus Karang Tarunan se-Luwu Raya dan Toraja Mengikuti Bimtek di Palopo

oleh -717 views
Pengurus Karang Taruna se-Luwu Raya dan Toraja mengikuti bimbingan teknis (bimtek), di Auditorium Saokotae Kota Palopo, Rabu (18/07/2018).

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Pengurus Karang Taruna se-Luwu Raya dan Toraja mengikuti bimbingan teknis (bimtek), di Auditorium Saokotae Kota Palopo, Rabu (18/07/2018).

Sedikitnya 60 orang pengurus karang taruna ikut bimtek, yang meliputi wilayah Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Kabupaten Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Untuk kegiatan Bimbingan teknis pekerja sosial masyarakat ini, diikuti oleh 50 orang PSM yang berasal dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja.

Acara ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taufiq, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesu Selatan, Kepala Dinas Sosial Kota Palopo M Tahir, Kabag Keuangan Setda Kota Palolo yang juga Ketua Karang Taruna Palopo Irwanto Napeng SSTP.

Panitia Pelaksana, Sudirman Ibrahim SAP, mengungkapkan, ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi atau kemampuan yang dimiliki karang taruna dan pekerja sosial masyarakat, guna meningkatkan kemampuan teknis, keterampilan.

Juga dimaksudkan agar kerjasama dalam mengoptimalkan usaha ekonomi produktif demi mencapai kesejahteraan sosial pada individu, kelompok maupun masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Tujuan dari kegiatan ini, meningkatkan kerjasama antar pengurus karang taruna dalam pengembangan usaha produktif, menumbuhkan tingkat partisipasi Karang Taruna demi mewujudkan kesejahteraan di masyarakat,” katanya.

Selain itu, juga untuk meningkatkan peran Pekerja Sosial Masyarakat dalam mewujudkan pelayanan sosial yang lebih optimal, terhadap masyarakat yang membutuhkan. Juga guna mewujudkan kerjasama antara Pekerja Sosial masyarakat dengan pemerintah kabupaten/kota demi tercapainya kesejahteraan di masyarakat.

Melalui bimtek ini, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antar pengurus Karang Taruna, demi tercapainya usaha produktif yang lebih optimal, sehingga mendorong organisasi tersebut untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik, semakin tumbuhnya partisipasi Karang Taruna dalam mewujudkan kesejahteraan di masyarakat.

“Ini juga diharap agar meningkatnya peran pekerja sosial masyarakat dalam mewujudkan pelayanan sosial yang lebih optimal terhadap masyarakat yang membutuhkannya, sehinga mendorong penurunan jumlah masalah sosial, Terwujudnya sinergitas antara pekerja sosial masyarakat dengan pemerintah kabupaten/kota demi tercapainya kesejahteraan di masyarakat,” ujarnya.

Pj walikota Palopo, dalam sambutannya, yang diwakili Kabag Keuangan Kota Palopo, yang juga Ketua Karang Taruna Palopo, Irwanto SSTP, menyampaikan, Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial menjadi tanggung jawab semua, baik itu Pemerintah, Kalangan Dunia Usaha masyarakat itu sendi.

Ia menjelaskan, salah satu sasaran pokok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dapat dikelompokkan dalam 6 permasalahan yakni kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial, korban bencana, dan ketertinggalan/keterasingan.

Untuk menunjang keberhasilan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), maka perlu menggali dan memberdayakan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Karang Taruna sebagai salah satu komponen PSKS tersebut.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat,” katanya.

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Karang Taruna sebagai tenaga penggerak pembangunan Kesejahteraan Sosial memiliki peran yang cukup besar dalam pembangunan masyarakat.

Untuk dapat meningkatkan potensi dan peran aktifnya, diperlukan upaya koordinasi, kolaborasi, komunikasi dan Kerjasama.

“Dengan kata lain, koordinasi konstruktif dengan pemerintah kabupaten selaku pembina fungsional sehingga apa yang kita kerjakan kedepan dapat seiring dan sejalan,” katanya.

Sebab itulah, makna hakiki dari keberadaan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Karang Taruna Melalui kegiatan ini, ada beberapa hal yang menjadi perhatian bagi semua, yaitu:

1. Pengembangan jaringan komunikasi yang harus dilakukan oleh anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Karang Taruna dengan Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat dan
Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial seperti TKSK, LKS dan lain sebagainya.

2. PSM dan Karang Taruna harus mampu menjadi fasilitator,mediator dan mensinergikan segenap elemen, sumber daya pembangunan di daerah masing-masing demi percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat. (RLs|Hms)

Tentang Penulis: Zulpadli

Zulpadli
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.