RSUD Bulukumba, Terima Penghargaan Rumah Sakit Dengan Notifikasi Kasus TBC Terbaik

oleh -

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sul-Sel). Baru-baru ini menerima penghargaan Kategori Rumah Sakit Dengan Notifikasi Kasus TB Terbaik dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Ibu Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, kepada Direktur RSUD Bulukumba dr. H. Abdur Rajab H,MM. Bertempat di Hotel Arya Duta Makassar, Senin 25 Maret 2019 (kemarin)

Dr. Rajab yang didampingi petugas Dinkes Bulukumba Handayani Syaukani, menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ini merupakan wujud sinergitas dan kerja bersama yang telah dilakukan antara Rumah Sakit, Puskesmas dan Dinkes

“Tentunya penghargaan ini adalah milik semua yang telah bekerja keras dan berpartisifasi dalam upaya mengeliminisir penularan TB di Kabupaten Bulukumba”. Ungkap dr. Rajab, Selasa 26 Maret 2018

Dirinya juga menyampaikan, bahwa seyokyanya penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus berkolaborasi dalam pengendalian penyakit Tuberculosis (TBC) khususnya dalam penatalaksanaan kasus rujukan dan notifikasi kasus

Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada dr. Elizabeth Widya Sondakh, Sp.P dan dr. Magdalena, Sp.P bersama dengan tim yang telah bekerja keras menjalankan program kasus TB di Bulukumba, serta sejumlah penggiat kesehatan yang tergabung dalam Orari Lokal peduli TB

Dijelaskannya, bahwa penularan tuberkulosis sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga sistem kekebalan tubuh melalui pola hidup dan lingkungan yang sehat

Berdasarkan data TB Indonesia 2017, angka kematian akibat tuberkulosis 107.000 orang atau 40 orang per 100.000 penduduk. Indonesia jadi negara ketiga didunia dengan beban TB terbanyak setelah India dan Cina, yaitu 842.000

Mayoritas penularan TB terjadi saat pasien tersebut batuk dan kuman ditubuhnya tersebar di udara, kuman itu kemudian terhirup oleh orang sekitar saat bernafas.

“Olehnya itu, diimbau kepada pasien TB aktif kiranya saat batuk dan bersin dapat menutup mulut dengan sapu tangan, tissu dll. Agar orang sekitar yang kita cintai seperti keluarga, teman dapat terhindar dari virus tersebut”, tutur dr. Rajab

Namun demikian penyakit TB dapat disembuhkan asalkan pasien mau berobat sampai tuntas alias jangan putus sampai enam bulan pengobatan. Dan tentunya, dianjurkan berpola hidup sehat dengan selalu mengkomsumsi makanan bergizi, tidak merokok, minum-minuman beralkohol, narkoba, dan istirahat yang cukup.