Sejumlah Aktivis Bulukumba Tolak Pembangunan Toko Modern

oleh -

LISTINGBERITA.COM,BULUKUMBA—Sejumlah aktivis di Bulukumba melakukan penolakan terhadap pembangunan toko modern (Alfamart, Alfamidi, Indomart ) karena dianggap mematikan toko toko kecil milik masyarakat kecil.

Seperti yang disuarakan aktivis pemuda Ferdi Ansar yang menolak bila ada lagi pembangunan toko modern,menurutnya di Bulukumba sudah ada beberapa toko modern bahkan jaraknya berdekatan,dan keberadaan toko modern tersebut dianggap sangat mematikan ekonomi masyarajat kecil yang juga membuka warung /toko disekitarnya.

“Menjamurnya tokoh modern tersebut tentunya sangat berdampak buruk tokoh-tokoh kecil yang berada disekitarnya dan kita semua tidak menginginkan masyarakat kecil yang notabenenya hidup dari jual kecil tersebut,”jelas Ferdi.

Lanjut Ferdi bahwa di jalan Samratulangi diduga ada penambahan dua bangunan tokoh modern yang terindikasi belum mengantongi izin dari pemerintah setempat.

Selain Ferdi Muhammad Amin Lahaseng juga ikut berkomentar bahwa ketika kita berbicara persoalan regulasi izin pendirian tokoh modern harusnya dibangun titik jalan trans nasional bukan pada jalan lokal yang ada pada jalan Samratulangi,olehnya itu dalam hal ini perizinan kabupaten Bulukumba agar segera mengkaji dan mengevaluasi proses perizinan tokoh yang akan dibangun tersebut,apalagi diketahui bangunan tersebut belum mengantongi izin.

“Kami anggap ini liar jadi siapapun yang membangun tanpa ada izin ya harus ditindak tegas,”tuturnya.

Sementara itu puluhan ktivis dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba juga menyuarakan hal yang sama saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perizinan Bulukumba,Ju’mat 20 September 2019.

Dalam orasinya Abdul Ghoni menyebutkan bahwa pemerintah melakukan pembiaran dan menutup mata dengan berjamurnya toko modern di Bulukumba yang justru mematikan toko toko kecil.

Pengunjuk rasa ini juga mendesak agar pemerintah khususnya pihak perizinan agar tidak mengeluarkan izin lagi terhadap toko toko modern tersebut

“Banyaknya toko toko modern hanya akan mematikan usaha masyarakat kecil yang juga berjualan,”Ucapnya.

Penolakan juga datang dari Pemuda Baru (PEMBARU) Indoesia Kabupaten Bulukumba Mendesak DPMPSP (perizinan) untuk tidak mengeluarkan Izin pembangunan ( Alfamart, Alfamidi, Indomart )dan semacamnya disepanjang Jl. Ratulangi, Jl. Lanto Dg. Pasewang dan jalan Poros Bulukumba-Sinjai (Stadion Mini Bulukumba).

Menurutnya kehadiran toko-toko modern tersebut tentu tidak memberi dampak bagi masyarakat disekitarnya terutama pedagang-pedangan kecil milik masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sepanjang JL. Ratulangi, JL. Lanto Dg. Pasewang dan sepanjang jalan poros Bulukumba-Sinjai (Stadion Mini Bulukumba).

“Sekitar 10 mini market dan sejumlah toko-toko kecil lainnya milik masyarakat tentu akan teramcam mati dengan kehadiran toko tersebut,”uajr Junaid Judda

Menurut Junaid Judda, seharusnya pemerintah Bulukumba dalam hal ini Dinas DPMPSP tidak sewenang-wenang mengeluarkan Izin untuk pembangunan toko-toko modern tanpa mempertimbangkan keberadaan pedagang-pedang kecil yang menggantungkan hidupnya di sepanjang jalan tersebut. Selain itu Pemerintah Kabupaten Bulukumba seharus memberikan perlindungan bagi pedagang yang menggantungkan hidupnya dengan cara berjualan.

“Apalagi sudah ada tiga Toko Modern yang ada di sekitar jalan tersebut. Jika Dinas PMPSP mengeluarkan Izin Ritel untuk tiga toko-toko medern tersebut tentu akan semakin mematikan mata pencaharian masyarakat terutama bagi pedagang kecil yang selama ini mereka jadikan sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya.
Dan terkahir pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi Pedagang kecil dengan tidak mengeluarkan izin ke tiga Toko ritel tersebut,”ketusnya.

banner 325x300

No More Posts Available.

No more pages to load.