Sekolah Disegel Pemilik Lahan, Ratusan Murid di SD Inpres 153 Bontonompo, Terancam Tidak Sekolah

oleh -279 views

LISTINGBERITA.COM, TAKALAR, – Pihak Pemerintah kabupaten Takalar, harus segera melakukan akselerasi dalam penyelesaian kasus lahan SD Inpres 153 Bontonompo Kecamatan Takalar.

Pasalnya lahan tersebut disegel atau gembok oleh pemiliknya Dg Nompo karena belum ada ganti rugi dari pihak pemerintah Kabupaten Takalar sendiri.

Dg Nompo Pemilik lahan dengan tegas mengatakan jika tidak ada niat baik pemerintah kabupaten Takalar untuk menghubunginya maka pihaknya akan menutup secara paksa gedung sekolah tersebut.

“kami ini  ahli waris, telah mengambil alih sekolah tersebut, dengan memasang papan bicara pada hari senin, (29/4/2019) lalu” ujarnya dibalik telepon selulernya.

Lanjut dikatakan Tanah Milik Muh.Tahir Mappasissing Dg Nompo, Ahli waris dari Karesugi Dg Sunggu Bin Mangnyuluri berdasarkan adminstrasi kami miliki saat ini seperti Persil.No 11 D 11, NOP: 73 05.030.014.004.0292 0” ( Itu adalah milik keluarga dan saya harus ambil alih secepat dengan paksa.

Baca Juga ! :  Terkait Kisruh RSUD Latopas, DPR Didesak Bentuk Pansus, Jika Tidak, DPR Termasuk ??

Daeng Nompo meminta pihak Pemda Takalar dalam hal ini Sekretaris Daerah Takalar ataukah Bupati Takalar berniat baik membicarakan status lahan sengketa ini sudah berjalan lebih dari dua tahun lamanya.

“Saya sudah menempuh semua cara yang diminta pihak pemda Takalar sesuai prosedur, pernah saya melapor ke Kepala Dinas Pendidikan Takalar namun beliau mengaku angkat tangan, bahkan waktu masih Pak Nirwan Nasrullah menjadi Sekretaris Daerah di saksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Andi Rijal,

“Saya ditawari dua Opsi, yakni anak saya dipekerjakan di lingkup Pemerintah Daerah Takalar atau tanah saya di ganti rugi, tapi sampai sekarang, tidak ada yang terealisasi,”kesal Daeng Nomoo, Rabu, 5/5/9

Baca Juga ! :  16 Warga Terima Biaya Pembebasan Lahan Bandara, Ini Harapan Bupati Luwu Utara

Di jelaskan Daeng Nompo saya memiliki semua bukti bukti kepemilikan mulai dari rincik, akta kewarisan, peta Blok, bahkan pembayaran pajaknya pun sampai sekarang masih saya yang membayarnya,” Nah jika pemda Takalar tetap tidak mau memberikan solusi, lahan SD Inpres Bontonompo Canrego Polsel dengan terpaksa kami tutup, “saya sudah siap dengan segala resikonya untuk mencari kebenaran atas hak saya”. Tutup Dg Nompo.

Lanjut Dg Nompo, “Permintaan saya sangat sederhanaji, hanya dengan meminta agar pihak Pemda memperlihatkan apa yang menjadi alas hak mereka sehingga tanah itu di sertifikatkan menjadi hak Pakai, kalau memang alasan haknya sesuai aturan dan perundang undangan, saya akan terima, dan akan berhenti menuntut,

” Tapi sampai sekarang, pihak Pemda tidak ada niat baik memediasi hal ini, bahkan pihak BPN Takalar juga bersikukuh tidak mau membuka adminitrasi kepemilikan administrasi sehingga pemda bisa manfaatkan lahan dengan status hak pakai, saya heran,”pungkasnya.

Baca Juga ! :  Digugurkan di Tes Wawancara, Bustanil Nassa : Timsel Calon Anggota KPU Jeneponto Tidak Profesional dan Tidak Obyektif

Dikatakan saya memberi ultimatum 1 minggu, jika tidak ada kejelasan, saya dan keluarga akan menyegel sekolah untuk jangka waktu yang tak ditentukan.

Menanggapi hal ini, Kepala Lingkungan Bontonompo, Mansur Daeng Suro mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena hal ini sudah keranah lebih tinggi ia hanya sebatas memediasi, keputusan akhir ada di tangan pemda Takalar.

Terpisah Kepala Sekolah SD Inpres 153 Bontonompo, Muh. Ridwan , A.Ma.Pd mengatakan masalah ini sebenarnya sudah berlarut beberapa tahun yang lalu sebelum menjabat, dan sebagai aparatur sekolah hanya bisa pasrah, jika sewaktu-waktu disegel.

(Mul)