Setelah Bayar Seragam Sekolah Rp 240 Ribu, Puluhan Murid SD Langkanae Palopo Dikeluarkan

oleh -
Anaknya dikeluarkan dari sekolah, puluhan orang tua murid Sekolah Dasar (SD) di Kota Palopo, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, di Jl KH. M. Hasyim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Kamis (19/07/2018).

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Puluhan orang tua murid Sekolah Dasar (SD) di Kota Palopo, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, di Jl KH. M. Hasyim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Kamis (19/07/2018).

Kedatangan Orang Tua murid ini, yakni untuk melakukan protes terhadap perlakuan pihak Sekolah SDN 12 Langkanae, Kota Palopo, yang telah mengeluarkan sedikitnya 36 muridnya dari sekolah secara sepihak. Pada hal sudah mengikuti proses belajar selama tiga hari terakhir.

Akibatnya, puluhan murid SD tersebut terlantar dan hanya bermain dihalaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Palopo.

Dari pengakuan salah seorang orang tua murid, Nurcahya bahwa dari awal mereka sudah mendaftar melalui jalur online di SDN 12 Langkanae, namun mereka diterima melalui jalur offline sehingga anaknya mulai masuk belajar selama tiga hari terakhir.

“Anak kami tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah, pada hal sudah dinyatakan diterima dan mulai belajar, bahkan mereka sudah memakai baju seragam yang dibayar sebesar Rp 240 ribu kepada pihak sekolah,” ucap Nurcahya.

Nurcahya menambahkan, pada saat pendaftaran di sekolah mereka menyetor akte kelahiran anaknya, bahkan pihak sekolah sempat menyitanya dengan alasan agar orang tua murid tidak mendaftar di sekolah lainnya.

“Akte Kelahiran anak kami bahkan disimpan oleh pihak sekolah dengan alasan agar kami tidak mendaftarkan anak kami disekolah lain,” bebernya.

Senada dengan itu, Ibu Juita Djamil yang juga merupakan orang tua murid mengatakan jika mereka tidak akan menerima jika akan mereka akan dikeluarkan dari sekolah dan mereka tetap bertahan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

“Kami tidak akan terima jika anak kami dikeluarkan, karena itu akan mempengaruhi psikologis anak. Mereka sudah belajar dan mengenal satu sama lain, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi mental mereka, apa lagi masih anak-anak,” terang Juita.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Asir Mangopo yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya akan mencari solusi terkait dengan masalah ini dan menyarankan kepada pihak orang tua murid untuk mencarikan sekolah lain bagi anaknya, karena di SDN 12 Langkanae, rombongan belajar (Rombel) sudah melewati kapasitas sesuai Perwali terkait penerimaan murid baru di tingkat sekolah dasar.

“Kami akan mencarikan solusi bagi orang tua murid, karena memang di SDN 12 Langkanae sudah melewati kapasitas rombongan belajar, sehingga akan dipindahkan ke sekolah yang sistem penerimaannya melalui jalur offline,” kata Asir Mangopo.

Terkait dengan permasalahan di SDN 12 Langkanae, pihak Dinas Pendidikan Kota Palopo akan mengevaluasi Kepala Sekolahnya, karena telah melanggar Peraturan Walikota (Perwali) yang telah ditetapkan.

Bahkan Kadis Pendidikan Kota Palopo, berjanji akan mengusut adanya pungutan bagi orang tua murid untuk pembayaran seragam sekolah yang dilakukan oleh Kepsek SDN 12 Langkanae. (**)

 

Tentang Penulis: Zulpadli

Zulpadli
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.