Terkait Alih Fungsi Lahan di Desa Datara Jeneponto, Begini Pengakuan Anggota DPR

oleh -

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO,- Anggota DPRD Jeneponto, H. Salinringi mengaku ada kesepekatan pembangunan sekolah SMA 3 Bontoramba di Dusun Tamasongo Desa Datara Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Sulsel.

H. Salinringi menjelaskan, kesepakatan itu terjadi ketika pemerintahan Bupati Jeneponto Almarhum Radjamilo, namun setelah Almarhum Radjamilo meninggal, Ia sudah tidak tahu lagi perkembangannya.

” Saya dengar info masyarakat memang betul ada pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba, namun gagal, sehingga saya meminta juga waktu itu, untuk dibanguni SMK dan itu juga gagal”. Ungkap H. Salinringi dihubungi wartawan via selulernya Jumat, 6/11/2020 kemarin.

Namun, terkait akte hibah, H. Salinringi mengaku tidak tahu soal itu.

” dan kalau akte hibah itu, saya angkat tangan, karena saya tidak tahu menahu,” Ujar H. Salinringi.

Sahrul Ungke salah seorang anak pemilik lahan mengaku, pada saat lahan itu dihibahkan orang tuanya ke pemerintah Desa Datara beberapa tahun lalu, semua saudaranya tidak dilibatkan.

” semua saudara saya tidak dilibatkan, hanya saudara almarhum bapak saya, yang ada tanda tangannya di hibah itu.” Jelas Sahrul Ungke.

Sahrul Ungke mempersoalkan alih fungsi lahan, karena dihibah, lahan seluas 17, 104 meter persegi
itu diperuntukkan untuk pembangunan sekolah. Sahrul Ungke akan meminta lahan itu dikembalikan.

” saya mau lahan itu dikembalikan, karena tanah itu sudah disalah fungsikan oleh kepala desa, seandainya di lahan itu sekolahji di bangun, saya ndak menuntut apa-apa, karena memang dibahkan untuk bangunan sekolah.” Ungkap Sahrul Ungke

Muh. Jufri Lau membantah, bahwa itu tidak benar, menurutnya tidak ada alih fungsi lahan, untuk pembangunan sekolah yang dijadikan lapangan bola.

” itu tidak benar karena status tanah itu sudah dihibahkan, dihibahkan oleh pemiliknya atas nama Raja Bin H. Ruppa pada tanggal 1 November 2012.” Jelas Muh Jufri Lau.

Lanjut kata Muh Jufri Lau, bahwa dirinya menjabat kepala desa pada 26 Maret 2013, artinya lahan tersebut sudah berpindah hak.

” saya menjadi kepala desa pada tanggal 26 Maret 2013 artinya sudah berpindah hak sebelum saya jadi kepala desa”. Ungkap Muh Jufri Lau.

Terkait pengadaan lapangan olahraga, menurut Muh Jufri Lau itu dilaksanakan pada tahun 2015 lalu dan itu merupakan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olah raga.

Bahkan katanya pada saat lahan tersebut dihibahkan, orang tua Sahrul Ungke itu ikut menyaksikan dan barang bukti akta hibah otentik semua ditandatangani oleh pihak yang berwajib, mulai dari saudaranya sebagai saksi, pemerintah setempat, kepala dusun, kepala desa Datara, pada saat itu pak camat sebagai pejabat pembuat akta tanah dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

” orang tuanya itu, dia menyaksikan semua lalu pertanyaannya kenapa baru sekarang itu diungkap semua”. Jelas Muh. Jufri Lau.