Universitas Muhammadyah Bakal Hadir di Kota Palopo

oleh -
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadyah Palopo, Suparni Sampetan.

LISTINGBERITA.COM|PALOPO – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  Muhammadiyah (STIEM), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Muhammadiyah  (STIKIPM) dan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Palopo, kini menjadi Universitas Muhammadiyah.

Itu berdasarkan persetujuan Dikti dengan Nomor SK: 112/KPT/I/2019. Ditetapkan pada 18 Februari 2019.

Ketua Panitia Pendirian Universitas Muhamamdiyah Palopo bapak Dr Salju SE MM mengatakan, SK penggabungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjadi Universitas itu sudah  ada.

Dalam waktu dekat akan segera diumumkan secara resmi melalui beberapa agenda acara.

“Alhamdulillah. SK sudah ada. Penggabungan STIEM, STKIPM dan AKBID Muhammadiyah Palopo menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Universitas Muhammadiyah Palopo, Suparni Sampetan menjelaskan,  tiga perguruan tinggi  Muhamamdiyah di Palopo ini  belum lama  di visitasi oleh Kemenrisdikti dan akhirnya telah di keluarkan SK penggabungan menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo.

“Betul ada tiga penggabungan dari STIEM, STKIP dan AKBID Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan terbentuknya Universitas Muhammadiyah,” paparnya.

Suparni menambahkan, selama ini pihaknya telah mensosialisasikan terbentuknya Universitas Muhammadiyah ini dikalangan siswa SMA yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional.

Bertambahnya universitas di Kota Palopo dapat menjadi salah satu alternatif bagi siswa SMA yang ingin melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi lagi.

“Tentunya akan sangat bermanfaat. Masyarakat Luwu Raya bahkan Sulsel dapat menjadikan Universitas Muhammadiyah Palopo sebagai rujukan untuk masuk kuliah. Kita tidak kalah dengan perguruan tinggi lainnya,” kuncinya. (**)

Tentang Penulis: Zulpadli

Zulpadli
Anak keempat dari lima bersaudara yang lahir di Kendari, 12-Feb-1994.