Warga Apresiasi Basarnas Bantaeng, BPBD Jeneponto Yang Lebih Dulu Tiba di Lokasi Nyaris Diusir

oleh -1.056 views

LISTINGBERITA.COM, JENEPONTO, – Proses pencarian seorang petani rumput laut yang hilang tenggelam di perairan laut pantai Karsut dusun Monroloe Desa Kampala Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Sulsel terus dilakukan sejak pagi hingga siang ini, Sabtu 25/01/2020.

Proses pencarian menggunakan 20 perahu nelayan setempat dan satu unit perahu karet dari Basarnas Bantaeng.

Saat Basarnas Bantaeng tiba di lokasi membawa satu unit perahu karet, warga langsung mengapresiasi.

Sementara 2 petugas BPBD yang lebih dulu tiba di lokasi dicemooh dan nyaris diusir karena tak bisa berbuat banyak, 2 petugas BPBD tersebut hanya datang jadi penonton.

Baca Juga ! :  Sudah Terbukti,Dukungan ke Hj.Nuraidah Terus Menguat

” saya apresiasi Basarnas Bantaeng datang membawa perahu dan penyelaam. Apa ini BPBD Jeneponto datang disini, jadi penonton saja, buat apa kau datang, tak bawa alat, pulangmi saja”. Jelas salah satu warga

Sebelumnya Korban yang diketahui bernama Sina (35) ayah 2 anak tersebut diduga hilang tenggelam ke laut setelah terjatuh dari perahu yang Ia tumpangi saat memperbaiki rumput laut.

Baca Juga ! :  Bersama Kepala Daerah Se-Tana Luwu, Wabup Thahar Hadiri Zikir Akbar di Istana Datu Luwu

Korban diduga mengalami penyakit epilepsi atau mati-mati ayam.

” korban menderita epilepsi atau mati-mati ayam, saat pergi memperbaiki rumput laut, korban jatuh dari perahu yang Ia tumpangi” Jelas Samsuddin Awing.

Samsuddin Awing warga desa setempat menceritakan kronologis kejadian, korban katanya pergi melaut di untuk memperbaiki rumput laut, namun korban terjatuh dari perahunya.

Baca Juga ! :  Tahun 2018, BNN Palopo Ungkat 3 LKN dan Berhasil Menyita 21,3597 Gram Sabu

” Laporan komandan atas nama Sina warga dusun Monroloe desa Kampala kecamatan Arungkeke, kronologisnya pergi di laut dirumput lautnya jatuh diatas perahunya sudah satu jam belum ditemukan sampai sekarang” Samsuddin Awing.

Proses pencarian korban kini terus dilakukan dengan menggunakan 20 perahu nelayan dan satu unit perahu karet dari Basarnas Bantaeng. Korban hingga kini belum ditemukan.