JENEPONTO – Di tengah dinamika politik nasional yang kembali memanas, Rahmat, alumni Magister Sosiologi Universitas Hasanuddin (Unhas), menyerukan agar partai politik lebih berpihak kepada masyarakat melalui pendekatan emosional.
Ia menyampaikan bahwa kedekatan emosional antara partai dan rakyat sangat penting dalam membangun kepercayaan publik, aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama.
” Bahwa sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai politik” Jelas Rahmat.
Dengan adanya berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, hingga memakan korban jiwa dalam upaya memperjuangkan aspirasi mereka.
Melihat kejadian tersebut, Rahmat selaku Alumni Magister Sosiologi Unhas merasa prihatin dan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada mereka yang telah wafat.
Terkait kabar, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, Uya Kuya dan Eko Prasetyo dari Partai Amanat Nasional (PAN), serta Adies Kadir dari Partai Golkar resmi dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI.
Rahmat mengatakan bahwa penonaktifan beberapa anggota DPR RI dari berbagai partai besar tersebut merupakan sebuah tindakan sikap rasional.
” Mereka dinonaktifkan lantaran pernyataannya dianggap telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat”. Ungkapnya.
Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, salah satu fungsi utama partai politik adalah menyalurkan Aspirasi Rakyat.
” Artinya, partai politik berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah”. Ujar Rahmat
Selain itu, kata Rahmat, Partai Politik harus memperjuangkan kepentingan umum dan membawa nilai spesifik dari warga negaranya, seperti agama, budaya kebudayaan, keadilan, nasionalisme dan kegiatan kegiatan politik di negara Republik Indonesia yang kita cintai bersama, menjaga keutuhan kita bernegara.
” kalau kita pake teori G. A. Al-Almond dalam sosialisasi politik sepertinya hal belajar dalam pengertian umum tidak berhenti pada titik pendewasaan itu sendiri terlepas bagaimana batasannya pada masyarakat yang berbeda-beda”. Ungkapnya.
Dengan realitas yang terjadi tentunya partai politik harus memiliki empati yang tinggi kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan emosional yang humanis dengan kebijakan yang bisa mensejahterakan masyarakat banyak.
