Ketua TP PKK Bantaeng Buka Sosialisasi Keluarga Sakinah dan Kunjungi Sentra Kopi Banyorang

BANTAENG – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, membuka kegiatan Sosialisasi Keluarga Sakinah, di Aula Kantor Camat Tompobulu, Senin 21 September 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman kepada seluruh TP. PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Desa tentang pentingnya membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan berkarakter sebagai modal utama dalam pembangunan daerah.

Ketua TP. PKK menyampaikan bahwa keluarga sakinah tidak hanya dimaknai sebagai keluarga yang harmonis dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga keluarga yang mampu menjalankan fungsi agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan, dan sosial secara seimbang.

Menurutnya, dalam mewujudkan keluarga sakinah, 10 Program Pokok PKK memiliki peran strategis karena seluruh programnya bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Keluarga yang memiliki nilai-nilai agama dan moral yang kuat akan mampu membentuk anak-anak yang berkarakter. Keluarga yang memiliki komunikasi yang baik akan lebih mampu mencegah konflik dan kekerasan dalam rumah tangga. Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan akan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak, gizi”, tuturnya.

Dirinya mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kader PKK tidak hanya berperan dalam pelaksanaan kegiatan administratif dan program organisasi, tetapi juga menjadi penggerak, penyuluh, motivator, serta teladan bagi keluarga di lingkungannya.

“Saya mengajak seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan, untuk terus meningkatkan koordinasi, inovasi dan kolaborasi dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK”, katanya.

Usai membuka kegiatan Sosialisasi Keluarga Sakina di Kantor Camat Tombobulu, Ketua TP PKK, Ny. Gunya Paramasukhaputri, bersama rombongan Berkunjung ke sentra pengolahan kopi Banyorang yang terletak di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Dalam kunjungannya, Ny. Gunya Paramasukhaputri melihat secara langsung proses pengolahan kopi yang dilakukan oleh  pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan juga berkesempatan mencicipi varian rasa kopi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *