JENEPONTO – Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi (Litnum) digelar di UPT SMP Negeri 1 Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para guru dari UPT SMP Negeri 1 Kelara, UPT SMP Negeri 1 Arungkeke, UPT SMP Negeri 1 Binamu, dan UPT SMP Negeri 9 Binamu.
Bimtek menghadirkan Andi Tenriangka, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri. Materi yang diberikan berfokus pada penguatan literasi dan numerasi dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang dapat memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan bimtek, tetapi dapat diterapkan para guru di sekolah masing-masing.
“Kegiatan bimtek ini dilakukan di SMP Negeri 1 Binamu kemarin, dan hari ini di SMP Negeri Kelara, kemudian besok di SMP Negeri 1 Arungkeke. Kita harapkan ilmunya nanti diterapkan di sekolah,” kata Alamsyah.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Kelara, H. Usman, M.Pd., berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlanjut pada tahun selanjutnya karena memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” ujar H. Usman.
Sementara itu, salah satu peserta bimtek, Eka Kurniawati, guru UPT SMP Negeri 1 Arungkeke, menilai penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran peserta didik.
Menurut Eka, perkembangan teknologi membuat siswa kini lebih mudah memahami informasi melalui konten visual, seperti TikTok dan YouTube, dibandingkan ketika mereka diminta membaca dalam pembelajaran.
“Contoh kecil yang kita lihat hari ini, anak-anak kita terkadang lebih mudah memahami sesuatu ketika mereka menonton TikTok atau YouTube, termasuk melalui gerakan-gerakan atau visual yang ditampilkan, dibandingkan ketika mereka diminta membaca di dalam kelas,” ujar Eka.
Dia mengatakan siswa juga dapat merasa jenuh ketika terlalu lama diminta membaca atau mengerjakan soal matematika maupun soal pemahaman Bahasa Inggris.
Kondisi tersebut, kata Eka, menjadi bahan refleksi bagi guru untuk terus mencari strategi pembelajaran yang dapat memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Menurutnya, literasi dan numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Keduanya juga berkaitan dengan kemampuan siswa memahami informasi, menggunakan teknologi, menganalisis persoalan, hingga mencari solusi dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kemampuan literasi dan numerasi mereka kuat, anak-anak akan mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi, memahami informasi yang diterima, kemudian menentukan langkah atau solusi yang tepat,” katanya.
Eka menambahkan penguatan literasi dan numerasi diharapkan dapat membantu peserta didik menghadapi perkembangan teknologi serta berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.
“Literasi dan numerasi pada akhirnya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena dapat membantu siswa berpikir, menganalisis informasi, dan menentukan tindakan berdasarkan persoalan yang mereka hadapi,” pungkasnya.








