Pansus LKPJ DPRD Bulukumba Temukan Pembangunan Gedung SMPN 1 Bulukumba Tidak Sesuai RAB.

BULUKUMBA,-Usai melakukan RDP dengan mitra komisi dari Dinas Pendidikan Bulukumba pada hari jumat lalu, Pansus LKPJ DPRD Bulukumba kembali melakukan sidak proyek pembangunan gedung SMPN 1 Bulukumba yang bertempat di Jalan Teratai Kecamatan Ujung Bulu, pada senin 19 Mei 2025.
Sejumlah anggota pansus yang hadir yakni Ketua Pansus LKPJ ,A.Pangeran, Safiuddin, Alkhaisar, Haji Ilham,Hj.Nuraidah,.A.Usdar,Ismail Papo dan juga Haji Musa.


Dalam sidak tersebut ditemukan beberapa bangunan yang dianggap pemborosan anggaran seperti tiang penyanggah yang jaraknya berdempetan, dan beberapa kegiatan di bangunan tersebut yang dianggap tidak berguna sama sekali seperti cor plak yang tidak mengikat satu sama lain.

Pansus LKPJ juga menyoroti pembangunan toilet sekolah tersebut yang menghabiskan anggaran 141 juta rupiah yang dianggap tidak sesuai dan sama sekali hanya menghabiskan uang saja.

“Ini toilet biayanya sama dengan satu rumah, kata konsultannya lantai 2, tapi kenapa seperti ini,” ujar Safiuddin ,anggota pansus DPRD Bulukumba.

Safiuddin menambahkan bahwa awal kesalahan dari proyek tersebut yakni tidak sesuai RAB.Dimana dalam RAB tertuang rehabilitasi 13 ruang kelas, 1 perpustakaan dan 1 wc, namin kenyataan dilapangan berbeda.

“Dalam laporan Dapodiknya rehabilitasi 13 ruang kelas, ternyata ruang kelas tidak direhab tapi ruang aula yang direhab, jadi kalau ada apa apa ini ruang kelas tiba tiba rubuh ,bagaimana? Sementara bangunan yang baru juga tidak bisa digunakan,”ujarnya

Usai melihat pembangunan gedung SMPN 1, Pansus LKPJ kemudian melihat kondisi ruang kelas yang saat digunakan lara siswa.

Kondisinya sangat miris, atap plafon banyak yang bocor, belum lagi dinding ruang kelas yang sudah banyak yang terbelah.

Lantai kelas pun banyak yang longsor dan pecah-pecah.

“Bahaya ini, tiba tiba roboh apalagi bangunan sudah tidak layak, bisa membahayakan para siswa,”ujar Haji Ilham yang juga anggota pansus DPRD fari fraksi Golkar .
Legislator asal Bulukumpa ini juga mengatakan kalau proyek pembangunan SMPN 1 abal-abal dan tidak ada azas manfaatnya.
Sementara itu Alkhaisar mengatakan sudah sepatutnya rekomendasi peninjauan kembali segera dikeluarkan, dirinya juga merasa janggal kenapa ada proyek dimana hanya ada satu mata anggaran, tiga kontrak dan pekerjanya disatukan.

“Bukannya kami tidak mendukung pembangunan, tapi kami melihat kalau seperti ini hanya sia-sia saja,”ujarnya.

Andi Pangeran, yang juga Ketua Pansus DPRD Bulukumba meminta agar semua pihak yang terlibat mulai dari PPK, KOnsultan Proyek, pengawas dan juga kontraktor harus bertanggung jawab atas pembangunan yang tidak tuntas tersebut.
“Belum selesai pekerjaanya minta lagi tambahan anggaran 800 juta ,itupin katanya belum rampung?,’kesal A.Pangeran..

Sebelumnya pada Jum’at lalu Pansus LKPJ Tahun 2024 telah menghadirkan mitra komisi dari Dinas Pendidikan, Namun, dalam rapat tersebut penjelasan yangs udah disampaikan pihak Konsultan dan juga PPKnya tidak bisa diterima pihak pansus karena dianggap tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

Pembangunan Gedung SMPN 1 Bulukumba sendiri berasal dari Dana Alokasi Khusus tahun 2024 lalu senilai 2,383 M rupiah.

Dimana proyek tersebut harusnya telah selesai dan dimanfaatkan ,namun yang terjadi dilapangan pembangunannya tidak tuntas.

 

 



banner 200x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *