<strong><a href="https://listingberita.com" class="vna-site-link">LISTINGBERITA.COM</a>, <span class="vna-cat-name">SULSEL</span> <span class="vna-cat-dash">-</span></strong> Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan cepat bergerak menyusul penyanderaan seorang pelaut asal Kabupaten Gowa di perairan Somalia. Korban, yang bernama Kapten Ashari Samadikun, masih dalam kondisi selamat dan berkomunikasi dengan keluarga.
Selain itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memerintahkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas untuk mengunjungi keluarga korban guna memastikan pendampingan dan komunikasi berjalan intensif.
<h2>Pendampingan Keluarga Korban</h2>
Penyanderaan Kapten Ashari Samadikun merupakan kasus yang sangat serius karena melibatkan pekerja migran asal Sulsel yang bekerja di jalur pelayaran internasional. <blockquote>Kami telah menyambungkan keluarga korban dengan pihak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Kementerian Luar Negeri guna mempercepat koordinasi penanganan.</blockquote>
Namun, pemerintah provinsi Sulsel juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan kasus ini. Sementara itu, keluarga korban juga difasilitasi untuk berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri P2MI untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi Ashari.
<h3>Peran Pemerintah Provinsi Sulsel</h3>
Peran pemerintah provinsi Sulsel sangat penting dalam penanganan kasus ini. Jayadi Nas menjelaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan keluarga tidak menghadapi situasi tersebut sendirian. Ia menegaskan koordinasi lintas kementerian terus dilakukan demi membuka peluang mediasi dan pembebasan korban.
Adapun, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah provinsi Sulsel telah menghubungkan keluarga korban dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Kementerian Luar Negeri guna mempercepat koordinasi penanganan.
<h2>Kondisi Korban</h2>
Berdasarkan informasi keluarga, Ashari telah disandera sekitar sepekan. Kapal tanker yang dikemudikannya mengangkut muatan minyak menuju Somalia. Pada pelayaran sebelumnya, kapal mendapat pengawalan keamanan, namun dalam pelayaran terakhir diduga tidak lagi dikawal sehingga rentan menjadi sasaran perompakan.
Sementara itu, tercatat ada 18 awak kapal yang ikut disandera, dengan empat di antaranya warga negara Indonesia, termasuk Ashari asal Sulawesi Selatan. Meski demikian, korban dilaporkan masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan dalam kondisi selamat.
<h3>Harapan Keluarga Korban</h3>
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu perkembangan resmi dari pemerintah pusat, sementara keluarga korban terus berharap Ashari segera dibebaskan dan kembali dengan selamat.
Namun, keluarga korban juga berharap pemerintah dapat mempercepat penanganan kasus ini agar Ashari dapat segera kembali ke keluarga. <blockquote>Kami berharap pemerintah dapat mempercepat penanganan kasus ini agar Ashari dapat segera kembali ke keluarga.</blockquote>