JENEPONTO – Aroma skandal asmara di DPRD Jeneponto mulai tercium. Salah satu Oknum pimpinan DPRD Jeneponto diduga terlibat hubungan gelap dengan salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Takalar yang diketahui sudah bersuami.
Kasus aroma skandal perselingkuhan tersebut mencuat setelah seorang pria berinisial HRM mengaku mantan suami dari salah satu oknum anggota DPRD Takalar berselingkuh dengan salah seorang oknum pimpinan DPRD Jeneponto.
HRM menegaskan bahwa hubungan antara mantan istrinya itu dengan salah seorang oknum pimpinan DPRD Jeneponto itu bukan sekadar isu atau dugaan.
“Iye betul, bukan lagi dugaan,” ungkap HRM kepada awak media
Menurut penuturan HRM, dugaan perselingkuhan itu bermula tak lama setelah istrinya dilantik sebagai anggota DPRD Takalar periode 2024–2029.
HRM mengaku kaget, saat pulang dari Jakarta dan tiba di Takalar melihat istrinya sedang hamil.
” Saya kan kerja di Jakarta, Saya pulang ke Takalar, melihat istri saya hamil saya kaget saya tanya siapa yang hamili, dia bilang, istri saya mengaku saya sudah nikah siri sama anggota dewan dari Jeneponto”. Ungkapnya.
Sekitar enam bulan HRM berada dirantau, SR menghubungi HRM dan mengaku perutnya membesar serta berniat menjalani operasi karena merasa sakit.
“Dia bilang, ‘Pulang dulu, saya mau operasi, perutku sakit’, begitu katanya,” tutur HRM menirukan ucapan mantan istrinya.
Namun setelah diperiksa oleh seorang sandro (orang pintar urut), dugaan penyakit itu berubah menjadi dugaan kehamilan.
“Sandro bilang ini bukan sembarang sakit, tapi hamil,” kata HRM.
HRM mengaku sempat bungkam karena kaget dengan kondisi istrinya. Dua bulan kemudian, SR melahirkan seorang bayi di rumah sakit.
Setelah memastikan usia kandungan dari dokter, HRM makin yakin bahwa bayi tersebut bukan darah dagingnya.
“Dokter bilang sudah sembilan bulan lebih usia kehamilannya, padahal saya baru dua bulan lebih di rumah. Waktu itu saya langsung curiga,” Jelas HRM.
Ketika dimintai penjelasan, kata HRM, SR akhirnya mengaku telah menikah siri dengan MB, anggota DPRD Jeneponto dari partai yang sama.
“Dia sendiri yang bilang, sudah nikah siri dengan anggota DPRD Jeneponto sebelum pelantikan,” ujar HRM.
Dari hasil dugaan pernikahan siri antara MB dan SR tersebut. HRM mengaku bahwa SR telah melahirkan seorang anak.
” Diakan sudah punya anak sekarang dan sudah lahiran, sudah, justru dia mengakui bahwa saya sudah nikah siri sampai dia hamil itu, dia hamil itu kan dia melahirkan, saya dampingi melahirkan aja” Ungkap HRM.
Karena tak ingin bersama istrinya lagi, HRM memutuskan untuk bercerai agar proses perceraian cepat selesai.
“Saya suruh dia ajukan cerai supaya cepat terbit akte cerainya. Saya tidak mau pelihara orang yang begitu,” ujarnya dengan nada kecewa.
HRM menantang agar kebenaran kasus ini dibuktikan melalui tes DNA.
“Silakan tes DNA kalau mau. Itu bukan rekayasa,” tegasnya.
HRM mengaku kecewa karena selama ini telah berjuang dan mendukung penuh mantan istrinya hingga bisa duduk di kursi dewan.
“Saya habis-habisan bantu dia waktu kampanye, saya belikan mobil, bangunkan rumah. Apa kurangnya saya?,” bebernya.
Kini HRM mengaku tengah menyiapkan langkah hukum. Ia berencana melaporkan dugaan perbuatan salah seorang pimpinan DPRD Jeneponto ke pihak kepolisian dan ke internal partai politik yang menaungi keduanya.
“Saya akan laporkan ini, biar diproses sesuai aturan,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu oknum anggota DPRD Jeneponto dikonfirmasi awak media membantah tuduhan dugaan nikah siri yang dialamatkan kepadanya.
“Saya bantah itu, tidak benar. Kalau dengan ibu Dewan yang di Takalar, memang kami satu partai, jadi wajar kalau saling kenal. Apalagi kabupaten tetangga,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (21/10/2025).
Terduga Oknum salah satu pimpinan DPRD Jeneponto menilai pernyataan HRM hanyalah tuduhan tanpa dasar yang jelas.
“Itu asumsi liar. Dasarnya apa, dan fakta otentiknya seperti apa?” ujarnya balik bertanya.
Terpisah, salah satu oknum anggota DPRD Takalar yang disebut-sebut sebagai pasangan nikah siri dari oknum salah satu pimpinan DPRD Jeneponto, juga membantah keras tuduhan tersebut.
“Siapa yang cerita? Ada buktinya mi? Saya tanya yang menyebarkan itu, ada buktinya atau tidak?,” ujarnya saat dihubungi awak media melalui telepon WhatsApp, Selasa (21/10/2025).
Oknum anggota DPR Takalar menuding bahwa mantan suaminya, HRM, menyebarkan isu tersebut karena persoalan ekonomi.
“Sebenarnya mantan suamiku itu mau menjatuhkan saya, karena dia tidak ada sumber uang. Dari saya ji uangnya. Kita paham mi saya istri ke berapa?,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan salah satu oknum pimpinan DPRD Jeneponto itu hanya sebatas rekan separtai.
“Kalau cerita saya menikah dengan ini itu, tidak benar. Kami hanya berteman seperti adik dan kakak karena satu partai,” Katanya menepis tudingan tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Jeneponto Didis Suryadi merasa kaget saat dikonfirmasi terkait isu aroma skandal perselingkuhan yang diduga melibatkan salah satu oknum pimpinan DPRD Jeneponto.
” Saya kaget mendengar itu, yang pasti kak dalam waktu dekat kami akan panggil beserta dengan Badan Kehormatan ( BK ) mengkaji ini kak”. Jelas Didis Suryadi dihubungi, Rabu, 22/10/2025.
