JENEPONTO, – Sejumlah kelompok tani di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan meluapkan kekecewaannya terhadap pembagian bibit padi dan jagung yang diduga tidak adil dan sarat kejanggalan.
Bantuan yang seharusnya menopang ketahanan pangan tersebut justru disalahgunakan dan memicu polemik di kalangan kelompok tani.
Beberapa kelompok tani di Kelurahan Tolo mengaku pembagian bibit jagung dan padi yang mereka terima tidak adil. Soalnya pembagian bibit jagung dan padi tersebut diduga disunat oleh Ketua PPK Pertanian Kecamatan Kelara Irfan Makka.
* Seharusnya setiap kelompok tani itu harus menerima 15 dos bibit jangung tapi yang diterima cuma 8 dos, kalau bibit padi seharusnya yang diterima 5 karung tapi yang diberikan cuma 4 karung yang satu karung itu dikemanakan”. Ungkap salah satu Ketua Kelompok tani yang tidak mau disebutkan namanya
Mereka menduga adanya ketimpangan dalam pendistribusian bibit, baik padi maupun jagung, yang tidak mempertimbangkan luas lahan dan jumlah anggota kelompok tani.
“Jumlah bibit tidak sesuai kebutuhan yang kami terima,” ungkap petani lainnya dengan nada kecewa.
Para kelompok tani mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto untuk segera membuka data penerima bantuan dan turun langsung ke lapangan untuk mengklarifikasi polemik tersebut.
Jika dibiarkan berlarut-larut, persoalan ini dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan petani terhadap program pemerintah di sektor pertanian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketimpangan pembagian bibit padi dan jagung di Kelurahan Tolo Kecamatan Kelara.
