MAROS, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja berupa Re-desain Interior Kantor Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.
Program ini bertujuan mengoptimalkan fungsi ruang kantor desa yang memiliki keterbatasan lahan dan belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kegiatan administrasi serta pertemuan masyarakat secara nyaman.
Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Agim Itjihad Syahrir, mahasiswa Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari KKN Tematik Infrastruktur yang bermitra langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kegiatan KKN ini berlangsung sejak 22 Desember 2025 lalu.
Agim menjelaskan bahwa gagasan re-desain interior ini berangkat dari hasil observasi lapangan dan partisipasinya saat rapat desa berlangsung.
Kantor Desa Mattiro Tasi diketahui memiliki keterbatasan dari segi luas bangunan, sementara itu desa belum memiliki balai yang memadai untuk kegiatan pertemuan warga.
Kondisi tersebut kerap membuat pelaksanaan rapat desa berlangsung kurang nyaman dan membatasi jumlah peserta. Keterbatasan lahan dan posisi bangunan kantor desa yang berbatasan langsung dengan pagar ini menjadi kendala tersendiri dalam upaya pengembangan fisik bangunan.
Kondisi ini membuat penambahan luasan bangunan atau pembangunan ruang baru menjadi sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tidak berfokus pada perluasan lahan, melainkan pada upaya optimalisasi ruang yang sudah ada melalui penataan ulang interior kantor desa.
Re-desain interior menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Melalui re-desain interior, penataan ulang tata letak ruang, furnitur, pencahayaan, dan elemen interior lainnya dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi, efisiensi, dan fleksibilitas ruang tanpa perlu mengubah struktur bangunan.
Pendekatan ini dinilai lebih realistis, efisien dari segi biaya, serta memungkinkan untuk direalisasikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan desa.
“Melalui program ini, saya merekomendasikan penataan ulang interior kantor desa tanpa perlu perluasan lahan atau merombak bangunan sepenuhnya, dengan fokus pada optimalisasi fungsi ruang yang ada agar lebih efisien dan fleksibel.” ujar Agim.
Proses perancangan dimulai dengan observasi dan pengukuran langsung di Kantor Desa Mattiro Tasi pada Senin, 19 Januari 2026. Tahapan selanjutnya meliputi analisis kebutuhan ruang, penyusunan konsep desain interior, hingga pembuatan gambar kerja berupa layout penataan ruang dan visualisasi desain. Perancangan dilakukan dengan prinsip arsitektur yang mengutamakan fungsi, efisiensi elemen interior, serta nilai estetika.
Hasil re-desain interior tersebut kemudian diserahkan langsung kepada Kepala Desa Mattiro Tasi, Alimuddin, S.Pd, pada 5 Februari 2026. Kepala desa menyambut baik dan mengapresiasi hasil desain yang disusun, serta menilai rancangan tersebut dapat dijadikan acuan pembenahan kantor desa ke depannya.
“Desain ini sangat membantu kami karena dibuat sesuai kondisi nyata kantor desa. Rancangannya bisa menjadi acuan dalam penataan ulang ruang kami, dan kami berharap dapat direalisasikan secara bertahap ke depannya,” tutur Alimuddin.
Program kerja ini diharapkan dapat menjadi referensi penataan ruang bagi kantor desa yang memiliki keterbatasan lahan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efektivitas ruang dalam mendukung kegiatan administrasi dan pertemuan masyarakat. Agim menyampaikan
“Harapannya, desain ini dapat membantu menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman bagi perangkat desa serta menyediakan ruang pertemuan yang lebih layak bagi masyarakat.”
Selain itu, hasil perancangan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan desa berbasis perencanaan dan keilmuan.
Kegiatan KKN Tematik Infrastruktur Gelombang 115 Universitas Hasanuddin ini berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Kegiatan, Dr. Ir. Ar. Nurul Nadjmi, ST., MT., IAI, dan merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pengembangan infrastruktur dan tata ruang desa.
