Opini : Kesalahan Fatal pada “Bulukumba Underwater Photography International Competition.”

BULUKUMBA,-Tulisan berjudul Bupati Andi Utta Tutup Bulukumba Underwater Photography International Competition pada 20 Oktober 2025 dimuat oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Persandia Bulukumba di facebook Lppl Splfm Bulukumba (Swara Panrita Lopi Fm) menarik perhatian penulis untuk menanggapinya karena terdapat kesalahan penempatan penulisan frase dalam Bahasa Inggris. Terlebih isu yang diangkat sudah mencuntumkan istilah internasional.
Frase ‘Bulukumba Underwater Photography International Competition’ itu berarti Kompetisi Internasional Pemotretan Bawah Laut Bulukumba. Ini ditafsirkan ‘bawah laut’ bukan ‘Bawah Air’ karena diadakan di laut Bira pada 18 – 19 Oktober 2025, diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Bulukumba yang bersumber dari pendanaan program Dinas Pariwasata dan Olahraga Bulukumba, Sulawesi-Selatan.

Melalui pendekatan pertanyaan logis dan Basic English Grammar (Tata Bahasa Inggris Dasar), masalah pada frase tersebut akan kita kaji. Mari kita simak.

Pendekatan Pertanyaan Logis
Kompetisi apa yang diadakan? Kompetisi pemotretan atau fotografi. Menurut penyelenggara, itu adalah kompetisi internasional berdasarkan penggalan frase yang mereka buat dalam Bahasa Inggris. Pemotretan atau fotografi apa? Jawabannya adalah pemotretan bawah laut. Taraf atau standar apa? Jawabannya adalah standar internasional. Dimana diadakan? Jawabannya, di Bulukumba.

Oleh karena itu, kegiatan tersebut adalah kompetisi pemotretan yang bertaraf internasional, bukan kompetisi internasional.
Penguatan tentang kompetisi pemotretan dikuatkan oleh Ketua POSSI Kabupaten Bulukumba yang sekaligus anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Bulukumba, H. Safiuddin menyatakan lomba foto bawah laut merupakan event pertama kali dilaksanakan di Bulukumba. Merujuk judl, kata ‘lomba’ disejajarkan dengan competition atau kompetisi.

Persoalan tampak semakin jelas. POSSI Bulukumba sebagai penyelenggara menyatakan International Competition (Kompetisi Internasional) sedangkan Ketua POSSI menyatakan lomba foto bawah laut.. Keanehan ini diperparah dengan menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris tanpa memahami aturan dasar tata bahasa Inggris dan kemudian disebarluaskan. Para orang asing yang berbahasa Inggris ataupun orang Indonesia yang mengerti bahasa tata pasti tahu bahwa itu adalah kesalahan yang fatal.

Pendekatan English Grammar
Penulis akan fokus pada Photography International Comptetition saja agar tampak lebih sederhana. Dalam kaidah basic grammar (tata bahasa dasar):
International adalah kata sifat (adjective).
Photography adalah kata benda (noun).
Competition adalah kata benda (noun).
Kata sifat (Adjective) harus lebih dahulu ditulis dan kemudian diikuti oleh kata benda (Noun). Karena international adalah kata sifat, maka international yang harus lebih dahulu ditulis. Apakah kata ‘international’ itu bisa menjadi kata benda? Dalam kamus Oxford, itu bisa menjadi kata sifat dan benda. Bila gunakan sebagai kata benda, fungsinya tetap sebagai adjective dalam sebuah frase karena ‘International’ bukan inti (head) dalam frase benda (Noun Phrase). Head pada frase ini adalah comptetiton sehingga international lebih tepat sebagai kata sifat.

Fotography dan Competition adalah kata benda (nouns). Timbul pertanyaan, kata benda yang mana harus lebih dahulu ditulis? Apakah setelah international diikuti oleh Competition photography (Pemotretan Kompetisi) atau Photography Competition (Kompetisi pemotretan)?
Dalam aturan Bahasa Indonesia, kompetisi adalah inti, maka ia lebih dahulu ditulis dan diikuti oleh pemotretan. Hadirlah Kompetisi Pemotretan (Photography Competition). Dalam Bahasa Inggris, kompetisi adalah inti namun penulisan berada di akhir, maka photography berada di depan. Hadirlah Photography Competition (Kompetisi pemotretan).

Kiritik membangun ini penulis sampaikan agar ke depan Pemerintah Daerah Bulukumba dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Olahraga Bulukumba, penyelenggara POSSI Bulukumba dan lainnya agar lebih teliti lagi dalam membuat judul berbahasa Inggris terlebih bila hendak mengangkat isu yang ada istilah ‘internasional’. Kesalahan fatal peletakan kata pada frase akan menimbulkan kesalahan tafsir dan harus segera dikoreksi agar kesalahan tidak berlanjut diwariskan kepada yang lainnya.

Penulis pun menanti kritik balik dari pihak yang terkait atau pembaca bilamana terdapat kesalahan dari argumentasi sebagiamana yang telah dijelaskan di atas.

Penulis : Zulkarnain Patwa.

Riwayat Pendidikan Penulis:
– Alumnus Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
*-Pelajar Speaking, Grammar dan Pronunciation di berbagai macam lembaga kursus di Kampung Inggris Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur selama lebih dari satu tahun.
– Pengajar Camp di Asset (Association of Sulawesi Students) dan berbagai English Camp di Kampung Inggris Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur.
-Pemerhati Pendidikan Bulukumba.

Catatan: (Tulisan tersebut diatas sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis)



banner 200x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *